Media Kampung – 05 April 2026 | ITB menyerahkan program penyediaan air bersih di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Program ini meliputi pemasangan instalasi pengolahan air dan jaringan pipa HDPE sepanjang 4,1 km yang kini melayani 281 keluarga atau sekitar 1.000 jiwa dengan kapasitas distribusi 35.000 liter per hari.
Rektor ITB, Tata Cipta Dirgantara, menekankan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk kesehatan dan mempercepat pemulihan aktivitas sosial‑ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa hingga kini ITB telah menempatkan 63 instalasi pengolahan air di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dalam rangka tanggap darurat.
Kolaborasi dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), Ikatan Alumni ITB, Rumah Amal Salman, serta Paragon Corp memungkinkan penyaluran bantuan pangan berupa 200 paket kepada warga terdampak.
Banjir bandang yang terjadi pada awal April 2026 menggenangi rumah‑rumah, menghancurkan infrastruktur, dan memaksa ribuan penduduk mengungsi ke tempat penampungan sementara.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan total Rp11,70 miliar untuk korban bencana hidrometeorologi di Agam, mencakup bantuan hidup, santunan ahli waris, dan kompensasi luka.
Bantuan hidup diberikan sebesar Rp1,45 juta per kepala keluarga selama tiga bulan, menyentuh 2.297 keluarga atau 8.195 jiwa, sementara santunan ahli waris dan korban luka masing‑masing mencapai Rp120 juta dan Rp525 juta.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan apresiasi atas dukungan pemerintah, menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi dan mempercepat proses pemulihan.
Ia menambahkan bahwa dana akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dasar selama tiga bulan ke depan, dengan estimasi pengeluaran Rp15 ribu per hari per orang.
Di Aceh Tamiang, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyalurkan paket bantuan darurat kepada penyintas banjir dan tanah longsor.
Bantuan meliputi 1.000 set peralatan dapur, 100 unit toren air, 400 paket sembako, serta 200 paket perlengkapan ibadah, yang diserahkan secara simbolis kepada warga di Desa Lubuk Sidup dan Sekumur.
Tito Karnavian menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bertujuan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur jangka panjang seperti sumur bor.
Kaposwil Satgas PRR di Aceh, Safrizal Z.A., menyampaikan bahwa paket dapur merupakan komponen penting untuk kemandirian pangan keluarga penerima.
Upaya bersama antara institusi pendidikan, kementerian, lembaga sosial, dan sektor swasta mencerminkan pendekatan lintas sektor dalam mengatasi krisis air bersih dan kebutuhan dasar pascabencana.
Pembangunan sumur bor dan jaringan pipa HDPE di Agam diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang mengurangi ketergantungan pada sumber air yang tidak aman.
Kombinasi bantuan tunai, pangan, dan infrastruktur menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk memulihkan wilayah terdampak serta meningkatkan ketahanan terhadap bencana di masa depan.
Dengan koordinasi yang terus berlanjut, harapan besar bahwa warga Agam, Sumatera Barat, dan Aceh Tamiang dapat kembali menjalani kehidupan normal dalam waktu dekat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan