Media Kampung – 04 April 2026 | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Pasmar 2 Mayor Jendral Oni Junianto memimpin aksi bersih pantai dan penanaman 1.200 bibit mangrove di Kenjeran Park, Surabaya, pada Jumat 27 Maret 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT ke‑25 Pasmar 2, menandai sinergi antara pemerintah provinsi dan TNI Angkatan Laut dalam upaya melestarikan pesisir.
Khofifah menegaskan bahwa perlindungan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kerja sama lintas sektor yang terintegrasi.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Sebanyak 1.200 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam, yang dipasok oleh Dinas Kehutanan Jawa Timur melalui Yayasan Gajah Sumatera dan diambil dari pembibitan almarhum H. Mukarim Nguling di Pasuruan.
Gubernur menekankan bahwa sinergi ini harus berlanjut di luar upacara, sebagai respons konkret terhadap perubahan iklim.
Ia menjelaskan bahwa mangrove dapat menyerap karbon dioksida hingga lima kali lebih efektif dibandingkan vegetasi lainnya.
Selain fungsi penyerap karbon, mangrove juga menciptakan habitat bagi kepiting, ikan, dan udang, yang secara langsung meningkatkan sumber penghidupan nelayan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaporkan peningkatan luas ekosistem mangrove dari 27.221 ha pada 2021 menjadi 31.067 ha pada 2025, mencakup 47,85 % total mangrove Pulau Jawa.
Peningkatan tersebut dipandang sebagai hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, militer, dan masyarakat sipil.
Selain itu, luas lahan kritis di provinsi tersebut terus menurun, menandakan perbaikan kualitas lingkungan secara umum.
Provinsi juga menggerakkan gerakan “Nandur Mangrove”, sebuah inisiatif kolektif untuk menanam, merawat, dan melindungi mangrove sebagai benteng alami pesisir.
Kegiatan bersih‑bersih pantai menjadi bagian penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan pesisir.
Khofifah menegaskan bahwa pembersihan pantai bukan sekadar mengikuti arahan Presiden, melainkan kebutuhan bersama.
Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk terus melindungi alam sebagai investasi jangka panjang.
Komandan Pasmar 2, Mayor Jendral Oni Junianto, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur atas dukungan konkret, termasuk penyediaan bibit mangrove.
Ia menyatakan bahwa tindakan bersama ini menunjukkan sinergi nyata antara TNI‑AL dan pemerintah provinsi.
Setelah penanaman, Khofifah dan Oni meninjau pameran UMKM yang menjadi rangkaian perayaan HUT ke‑25 Pasmar 2.
Acara tersebut menarik perhatian media lokal serta warga, menegaskan komitmen daerah terhadap keberlanjutan pesisir.
Para pakar mencatat bahwa restorasi mangrove dapat mengurangi dampak kenaikan muka air laut, mengendalikan erosi, dan meningkatkan produktivitas perikanan.
Upaya ini sejalan dengan target nasional dalam mitigasi iklim dan peningkatan ketahanan pantai.
Lembaga swadaya masyarakat setempat berjanji akan memantau pertumbuhan bibit yang ditanam untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.
Selama pembersihan, petugas mengumpulkan beberapa ton sampah, termasuk plastik, dari garis pantai Kenjeran.
Relawan dari sekolah, perusahaan, dan satuan militer turut berpartisipasi, menunjukkan keterlibatan luas masyarakat sipil.
Gubernur menutup kegiatan dengan menekankan bahwa pantai yang bersih dan mangrove yang sehat mendukung pariwisata, ekonomi, dan kesejahteraan komunitas.
Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi provinsi pantai lainnya dalam mengintegrasikan upaya kebersihan dan restorasi ekosistem.
Secara keseluruhan, aksi bersama gubernur khofifah dan Pasmar 2 mencerminkan pendekatan terpadu dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Jawa Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan