Media Kampung – 04 April 2026 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk melakukan pengerukan total pada saluran irigasi di Desa Mungkung, Rejoso, setelah menerima laporan keluhan warga.
Tindakan tersebut diambil untuk mengatasi penyumbatan yang menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan luapan banjir pada musim hujan.
Tim Unit Respon Cepat (URC) Drainase segera turun ke lapangan, mengidentifikasi penyebab utama penyumbatan berupa penumpukan lumpur, sampah rumah tangga, dan tumbuhnya tanaman liar.
Proses pengerukan melibatkan penggunaan alat berat untuk mengangkat sedimen, serta tenaga kerja manual untuk mengumpulkan sampah yang menghalangi alur air.
Setelah pengerukan selesai, alur saluran kembali terbuka lebar sehingga debit air mengalir deras seperti kondisi semula.
Kepala Desa Mungkung, Dasar, menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas PUPR dan menekankan pentingnya peran serta warga dalam menjaga kebersihan saluran.
“Saluran yang sempat tersumbat kini mengalir lancar, potensi banjir dapat diminimalisir,” ujar Dasar pada Jumat, 3 April.
Ia juga menegaskan harapan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran irigasi.
Pengelolaan sampah yang buruk sebelumnya menyebabkan volume lumpur meningkat secara signifikan, memperparah penyempitan alur.
PUPR menegaskan bahwa pemeliharaan rutin menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Tim URC Drainase telah mencatat data volume material yang diangkat, yang mencakup lebih dari dua meter kubik lumpur dan sampah organik.
Data tersebut akan menjadi acuan untuk penjadwalan perawatan berkala pada jaringan drainase desa.
Pemerintah Kabupaten Nganjek berkomitmen meningkatkan anggaran perawatan infrastruktur hidrologi, terutama pada wilayah rawan banjir.
Langkah ini sejalan dengan program peningkatan ketahanan bencana yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selain pembersihan, tim juga melakukan normalisasi alur dengan memperbaiki kemiringan dan menambah bahan penstabil untuk mencegah erosi.
Hasilnya, kecepatan aliran air meningkat, mengurangi waktu penumpukan air di daerah permukiman sekitar.
Warga yang sebelumnya harus menunggu berjam-jam agar air surut kini melaporkan penurunan signifikan dalam durasi genangan.
Keberhasilan ini menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Nganjuk yang menghadapi tantangan serupa.
Pihak Dinas PUPR mengajak lembaga swadaya masyarakat dan kelompok tani untuk berpartisipasi dalam program edukasi kebersihan saluran.
Program edukasi akan meliputi pelatihan cara pengelolaan limbah rumah tangga dan pemeliharaan saluran kecil di lingkungan masing-masing.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat teknis, dan masyarakat, diharapkan jaringan drainase desa tetap berfungsi optimal sepanjang tahun.
Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi curah hujan tinggi.
Secara keseluruhan, respons cepat URC Drainase Nganjuk berhasil mengembalikan fungsi saluran irigasi, menurunkan risiko banjir, dan meningkatkan kepercayaan warga terhadap layanan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan