Media Kampung – 04 April 2026 | Ledakan terjadi pada malam Rabu (1 April 2026) di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Cimuning, Bekasi, menimbulkan 18 orang terluka, di antaranya 10 dijemput ke rumah sakit pada awal kejadian.
Kebakaran menyebar cepat setelah ledakan, memaksa petugas pemadam kebakaran mengamankan area selama beberapa jam.
Tim medis segera tiba untuk memberikan pertolongan pertama.
Sebagian besar korban mengalami luka bakar derajat berat, dengan persentase luka di atas 50 persen pada tubuh.
Dua korban dipastikan memiliki luka bakar lebih dari 90 persen.
Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Kapolres Metro Bekasi, mengonfirmasi total korban kini menjadi 18 orang setelah satu pasien tambahan teridentifikasi di RS Cipto Mangunkusumo.
Ia menambahkan bahwa sebagian korban masih dirawat intensif karena tingkat keparahan luka.
Menurut Kusumo, tiga korban telah dipulangkan untuk perawatan rawat jalan setelah kondisi stabil.
Sisa korban tetap berada di unit perawatan luka bakar rumah sakit setempat.
Susanto August Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, menyatakan bahwa SPBE yang meledak merupakan fasilitas milik swasta yang berpartner dengan Pertamina Patra Niaga.
Ia meminta maaf atas insiden dan menegaskan fokus utama pada penanganan darurat.
Pertamina berjanji menanggung seluruh biaya pengobatan korban, termasuk perawatan lanjutan dan rehabilitasi.
Pihak perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan cepat.
Penyelidikan awal mengarah pada kebocoran gas sebagai pemicu utama, diperkirakan akibat arus pendek listrik di sekitar instalasi.
Informasi ini didapat dari laporan warga yang mencium bau gas sebelum ledakan.
Plt Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menegaskan bahwa penyebab kemungkinan besar adalah korsleting yang menyalakan gas yang bocor.
Ia menambahkan bahwa kerusakan pada SPBE bersifat hampir total.
Kerusakan struktural pada fasilitas sangat parah, mengakibatkan hampir seluruh peralatan pengisian LPG tidak dapat dipulihkan.
Pemulihan infrastruktur diperkirakan memerlukan waktu berminggu-minggu.
Tim psikolog telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga mengatasi trauma pasca ledakan.
Pendekatan ini ditujukan mengurangi dampak psikologis dan rasa takut di masyarakat sekitar.
Beberapa korban yang mengalami luka bakar ringan telah kembali ke rumah dan menjalani perawatan lanjutan secara mandiri.
Mereka tetap berada di bawah pengawasan medis.
Pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV dan saksi mata, untuk menyusun laporan resmi.
Investigasi akan melibatkan ahli kebakaran dan teknik kelistrikan.
Masyarakat Bekasi kini menunggu kepastian tentang keamanan fasilitas penyimpanan LPG di wilayah mereka.
Pemerintah daerah berjanji meningkatkan inspeksi dan regulasi guna mencegah kejadian serupa.
Dengan 18 orang terluka dan dua korban kritis, upaya pemulihan masih berjalan, sementara proses penyelidikan berlanjut untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Situasi di lokasi kini kondusif, namun perhatian tetap terpusat pada perawatan korban.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan