Media Kampung – 04 April 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjadi salah satu keynote speaker dalam seminar Jatim Talk yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Jawa Timur bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Surabaya. Acara ini menjadi platform untuk menyampaikan arah kebijakan provinsi menjelang East Java Economic Forum 2026.
Seminar mengangkat tema sinergi penguatan daya saing Jawa Timur melalui hilirisasi komoditas unggulan dan iklim investasi berkelanjutan, sekaligus menyebarluaskan Laporan Perekonomian Provinsi triwulanan. Pertumbuhan ekonomi provinsi tetap solid dengan angka 5,33% tahun 2025, menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan eksternal.
Khofifah menekankan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian geopolitik global, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia menambahkan bahwa adaptasi kebijakan harus cepat agar momentum pertumbuhan tidak terhenti.
Provinsi ini juga menegaskan perannya sebagai Gerbang Baru Nusantara, dengan fokus pada integrasi logistik dan distribusi barang. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi rantai pasok dan membuka peluang ekspor lebih luas.
Sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Timur berkomitmen memperkuat sektor agrikultur melalui hilirisasi bahan baku olahan, distribusi yang lebih baik, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Khofifah menilai ketahanan pangan merupakan faktor penyangga utama dalam menghadapi fluktuasi harga global.
Gubernur menambahkan bahwa provinsi kini menjadi penyedia utama bahan pokok bagi banyak wilayah di Indonesia serta pasar ekspor. Penguatan lahan pertanian, distribusi, dan pelatihan tenaga kerja menjadi prioritas dalam agenda pembangunan.
Ia juga mengingatkan bahwa tekanan eksternal dapat memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat, namun peluang tetap terbuka melalui diversifikasi sumber pertumbuhan. Kebijakan strategis harus diarahkan pada investasi inovatif dan peningkatan kualitas tenaga kerja.
Bank Indonesia Jawa Timur menyerahkan buku Laporan Perekonomian Provinsi kepada Gubernur, yang memuat rekomendasi kebijakan utama. Rekomendasi meliputi pembangunan integrasi distribusi barang, percepatan investasi hilirisasi industri, serta penguatan agribisnis untuk mengendalikan inflasi.
Selain itu, laporan menyoroti pentingnya pengembangan sektor pariwisata, ekonomi syariah, dan UMKM sebagai motor pertumbuhan. Optimalisasi kredit produktif dan digitalisasi fiskal juga menjadi agenda strategis dalam rangka meningkatkan efisiensi pemerintahan.
Penguatan pendapatan asli daerah pasca-opsen, perluasan digitalisasi pembayaran, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi bagian integral dari strategi jangka menengah. Semua langkah ini diharapkan mendukung kesejahteraan perdesaan dan memperkuat basis ekonomi daerah.
Khofifah berharap Jatim Talk dapat menjadi forum dialog antar pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi dalam merespons dinamika ekonomi global serta dampak konflik geopolitik. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis.
Dengan agenda tersebut, Jawa Timur menyiapkan diri sebagai provinsi yang tangguh, berdaya saing, dan siap memanfaatkan peluang global sambil melindungi kepentingan domestik. Seminar ini menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








Tinggalkan Balasan