Media Kampung – 03 April 2026 | Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan perlunya respons cepat pemerintah atas gempa bumi magnitude 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada 2 April 2026.

Gempa berpusat di laut tenggara Bitung, kedalaman 33 km, menimbulkan getaran kuat di Sulut, Malut, serta Gorontalo.

Hingga siang hari, satu warga lanjut usia dilaporkan meninggal dan dua orang lainnya mengalami luka ringan.

Kerusakan meliputi rumah tinggal, tempat ibadah, dan fasilitas publik seperti kantor Walikota Bitung serta kantor BPBD setempat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hampir seratus gempa susulan hingga pukul 12.00 WIB.

Beberapa titik pesisir dilaporkan mengalami tsunami kecil, meski tinggi gelombang terbatas, sehingga peringatan dini kemudian dicabut.

Puan meminta semua instansi memastikan keselamatan warga dan tim SAR terus menyisir area terdampak.

Ia menekankan pentingnya penyiapan titik evakuasi dan pengungsian, khususnya bagi kelompok rentan.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan mengimbau masyarakat tidak panik dan menghindari informasi yang tidak terverifikasi.

BMKG memperkirakan aktivitas seismik akan berlanjut selama beberapa hari ke depan karena dinamika tektonik pascagempa masih aktif.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan pemerintah daerah harus melakukan asesmen dampak secara menyeluruh.

Asesmen tersebut akan menjadi dasar penetapan status tanggap darurat di tingkat kabupaten, kota, atau provinsi.

Jika dua atau lebih kabupaten/kota mengajukan status darurat, provinsi dapat mengesahkannya.

Pemerintah pusat akan terus mendampingi daerah terdampak, terlepas dari keputusan penetapan status darurat.

Suharyanto menambahkan bahwa penanganan bencana memerlukan koordinasi lintas lembaga, bukan beban satu kepala daerah saja.

Tiga wilayah di Sulawesi Utara—Kota Manado, Kota Bitung, dan Kabupaten Minahasa—serta dua wilayah di Maluku Utara—Kota Ternate dan Kecamatan Pulau Batang—telah teridentifikasi mengalami kerusakan signifikan.

Tim SAR TNI, Basarnas, dan relawan lokal telah melakukan pencarian dan penyelamatan sejak pagi hari.

Logistik bantuan berupa makanan, obat, dan perlengkapan darurat sedang didistribusikan ke posko pengungsian.

Pemerintah daerah diminta mempercepat penyediaan tempat penampungan sementara serta menghubungi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Puan menegaskan bahwa warga harus memantau informasi resmi dari otoritas, menghindari penyebaran hoaks terkait gempa dan tsunami.

Ia menambahkan bahwa akses ke zona pantai harus dibatasi hingga otoritas memastikan tidak ada bahaya lanjutan.

Pada saat yang sama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mempublikasikan data seismik secara real‑time melalui portal resmi.

Data tersebut menunjukkan konsentrasi energi masih terpusat di zona subduksi antara lempeng Indo‑Australia dan Eurasia.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial telah menyiapkan dana bantuan darurat untuk korban yang kehilangan tempat tinggal.

Selain bantuan material, program psikososial juga akan diaktifkan untuk membantu warga yang mengalami trauma.

Puan berharap proses rehabilitasi dapat dimulai secepatnya setelah kondisi keamanan terjamin.

Ia menutup dengan ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, mematuhi arahan, dan mendukung upaya penanggulangan bencana.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.