Media Kampung – 03 April 2026 | Pasar properti di Malaga mengalami lonjakan signifikan, menurunkan selisih harga dengan kota‑kota utama Spanyol seperti Madrid dan Barcelona.

Data terbaru menunjukkan rata‑rata harga per meter persegi di pesisir Costa del Sol naik lebih dari 15 % dalam satu tahun terakhir.

Peningkatan tersebut dipicu oleh minat tinggi pembeli asing, terutama pensiunan asal Inggris dan Jerman yang mencari hunian di iklim hangat.

Investor domestik pun menambah portofolio mereka, menganggap Malaga sebagai alternatif aman setelah harga di Madrid dan Barcelona mencapai puncak.

Pengembang lokal melaporkan penjualan unit apartemen mewah yang hampir habis sebelum musim panas, mempercepat percepatan proyek‑proyek baru.

Akibatnya, permintaan sewa jangka pendek juga melonjak, mendorong tarif harian naik sekitar 20 % dibanding tahun lalu.

Di sisi lain, kota ini menjadi tuan rumah perayaan Semana Santa yang menarik ribuan wisatawan dan penduduk setempat.

Prosesi keagamaan menampilkan ribuan penitén dengan jubah tradisional, menelusuri jalan‑jalan bersejarah Malaga dalam suasana khidmat.

Foto-foto dari El País menyoroti prosesi Kristus di Jalan Alcazabilla, di mana para penonton menyaksikan dengan rasa hormat dan antusias.

Antara prosesi, para peserta memainkan drum tradisional yang dikenal sebagai “tamborada”, sebuah warisan budaya takbenda UNESCO.

Selain keagamaan, acara ini menjadi panggung bagi tokoh publik, termasuk aktor Antonio Banderas yang berpartisipasi dalam Bratón de Lagrimas di kota kelahirannya.

Pertandingan sepak bola antara tim nasional Andorra dan Malaga berakhir imbang 3‑3, memicu protes keras dari Gerard Piqué, pemilik klub Andorra.

Piqué menuduh keputusan wasit sebagai “perampokan historis” dan menuntut peninjauan ulang hasil pertandingan.

Insiden tersebut berujung pada konfrontasi dengan staf pelatih Malaga, menambah ketegangan di stadion pada hari itu.

Sementara itu, aparat keamanan kota melaporkan pelepasan seorang narapidana yang terlibat dalam ritual tradisional berabad‑abad, menimbulkan keributan di antara warga.

Kasus ini memicu perdebatan publik tentang pelestarian tradisi versus kepatuhan hukum di tengah perayaan keagamaan.

Pemerintah daerah menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan selama Semana Santa, sambil mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor properti.

Pejabat kota menegaskan bahwa peningkatan harga properti tidak akan mengorbankan akses perumahan bagi penduduk lokal.

Mereka menambahkan program subsidi baru akan diluncurkan pada kuartal berikutnya untuk pembeli pertama.

Secara keseluruhan, Malaga kini berada pada persimpangan antara dinamika pasar properti yang kuat dan tradisi budaya yang mendalam, menandakan masa depan yang penuh peluang dan tantangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.