Media Kampung – 02 April 2026 | GAPASDAP dan Aptarindo menuntut pemerintah mempercepat pembangunan dermaga tambahan di jalur lintas laut KetapangGilimanuk menjelang sambungan Tol Probowangi.

Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menegaskan bahwa masalah utama bukan jumlah kapal melainkan keterbatasan dermaga yang tersedia.

Data asosiasi menunjukkan sekitar 56 kapal berusaha menyeberang tiap hari, padahal kapasitas ideal pelabuhan hanya 28 kapal, sehingga banyak kapal harus menunggu giliran.

Overload ini memperpanjang waktu sandar, menurunkan efisiensi rotasi kapal, dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang, ungkap Khoiri.

Ia menambah bahwa kebijakan operasional yang kaku dan infrastruktur yang kurang memadai memperparah situasi, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis real‑time.

Ketua DPC Aptarindo Banyuwangi, Selamet Barokah, menyoroti dampak ekonomi dari antrean panjang terhadap pelaku logistik dan konsumen lokal.

Ia menjelaskan bahwa pengemudi truk terpaksa menghidupkan mesin selama berjam‑jam saat menunggu, yang meningkatkan konsumsi BBM dan emisi.

Keterlambatan distribusi barang, terutama komoditas mudah rusak, dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok serta menurunkan nilai ekonomis muatan.

Selamet menambah bahwa kapal sering harus menunggu dua hingga tiga jam di laut karena dermaga terbatas, meningkatkan risiko kecelakaan laut.

Kedua organisasi menuntut roadmap konkret untuk pembangunan dermaga baru, mencakup jadwal pengerjaan, sumber pembiayaan, dan target kapasitas.

Mereka memperingatkan bahwa tanpa tindakan cepat, wilayah akan menghadapi “bom waktu” kemacetan setiap periode puncak, yang dapat meniadakan manfaat Tol Probowangi.

Pemerintah belum mengumumkan jadwal pasti, namun mengakui bahwa perluasan kapasitas pelabuhan menjadi prioritas nasional.

Seiring Tol Probowangi mendekati operasional, para pemangku kepentingan mengharapkan sinergi infrastruktur untuk memperlancar transportasi antarpulau dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.