Media Kampung – 31 Maret 2026 | Warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, menancapkan pohon pisang di lubang jalan sepanjang satu kilometer sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang tidak diperbaiki selama bertahun‑tahun.

Para pengendara motor harus melintasi jalan berlubang yang dalamnya cukup untuk menimbulkan kecelakaan, sehingga aktivitas mobilitas warga terganggu secara signifikan.

Warga setempat, Darkim, menjelaskan bahwa lubang‑lubang tersebut bahkan menimbulkan banjir saat hujan, memperparah kerusakan dan menghambat transportasi.

“Kondisinya lebih parah dari sini sampai ke sana. Rusak semua, bahkan di beberapa titik warga menanam pohon pisang. Kalau hujan, jalannya banjir dan makin parah,” ujar Darkim kepada media pada Senin (30/3/2026).

Darkim menambahkan bahwa sebelumnya ada upaya pemberian material koral yang dinilai hanya sebagai tindakan sementara tanpa rencana perbaikan permanen.

Ia menegaskan harapan agar Bupati Indramayu, Lucky Hakim, hadir dan mempercepat pembangunan jalan di Gadingan.

“Harapan warga ya cepat‑cepat minta dibangun itu aja. Minta Bapak Lucky Hakim mohon, mohon kehadirannya cepat dibangun Desa Gadingan,” kata Darkim.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu mengirim petugas untuk mengukur kerusakan dan menyiapkan rencana perbaikan.

Plt. Kepala Dinas PUPR, Maulana Malik, mengonfirmasi bahwa perbaikan jalan Gadingan masuk dalam agenda prioritas anggaran 2026.

Ia menjelaskan bahwa tender untuk proyek betonisasi jalan Sudikampiran‑Gadingan telah dibuka pada awal April 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,5 miliar.

Jalan yang akan dibangun memiliki panjang 1,4 km, lebar 5 m, dan ketebalan beton 20 cm, direncanakan selesai dalam 90 hari kalender setelah pemenang tender ditetapkan.

Sementara proses lelang berlangsung, Dinas PUPR berjanji melakukan penanganan darurat dengan mengirim material pengurukan untuk menutup lubang sementara.

“Besok kami kirim material untuk pengurukan lubang agar pengendara lebih nyaman. Kami mohon kerja sama masyarakat, nanti pohon pisangnya dipindahkan agar jalan bisa diratakan dan digilas dulu,” tambah Maulana.

Pemerintah Kabupaten Indramayu mengalokasikan total Rp 250 miliar untuk infrastruktur tahun 2026, dengan sekitar Rp 60 miliar dialokasikan khusus untuk irigasi.

Sisa anggaran difokuskan pada pembangunan jembatan dan perbaikan jaringan jalan, termasuk proyek di Gadingan.

Data Dinas PUPR menyebutkan tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai 88 persen, meski masih terdapat titik‑titik rawan seperti di Gadingan.

Penanaman pisang oleh warga menjadi viral di media sosial, menambah tekanan publik terhadap pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan perbaikan.

Pengamat infrastruktur menilai aksi tersebut mencerminkan kekecewaan masyarakat yang merasa prioritas perbaikan jalan belum terpenuhi secara efektif.

Jika proyek betonisasi selesai tepat waktu, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas, mengurangi biaya perawatan kendaraan, dan mempermudah akses ke fasilitas publik.

Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti hasil survei jalan serta memastikan proses tender berjalan transparan dan akuntabel.

Warga Gadingan menunggu realisasi janji tersebut, sementara mereka bersedia memindahkan pohon pisang bila pemerintah segera memulai pekerjaan perbaikan.

Proses perbaikan jalan ini menjadi indikator kemampuan pemerintah daerah dalam menanggapi keluhan masyarakat dan mengoptimalkan penggunaan anggaran pembangunan.

Dengan selesainya proyek, diharapkan kondisi mobilitas warga Indramayu, khususnya di kawasan Sliyeg, kembali pulih dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.