Media Kampung – 22 Maret 2026 | Kecelakaan bus Agra Mas di Tol Solo‑Ngawi dekat Tegal menewaskan tiga anggota keluarga, termasuk balita yang sempat kritis.

Kecelakaan terjadi pada Selasa sekitar pukul 09.30 WIB di ruas tol Solo‑Ngawi dekat pintu keluar Tegal.

Bus intercity berkapasitas 45 penumpang milik Agra Mas menabrak truk pengangkut bawang milik perusahaan logistik.

Saksi mata menyebut bus tiba‑tiba kehilangan kendali setelah truk melambat secara mendadak di jalur berbayar.

Tabrakan menimbulkan kebakaran ringan pada bagian depan bus dan menimbulkan cedera pada penumpang.

Tiga korban tewas identitasnya terungkap sebagai suami, istri, dan balita berusia 2 tahun yang berada di kursi belakang.

Suami bernama Budi Santoso, 38 tahun, sopir bus; istri Siti Nurhaliza, 34 tahun; dan putra mereka, Rafi, 2 tahun.

Rafi sempat masuk kritis setelah tertimpa puing, kemudian dipindahkan ke rumah sakit terdekat.

Tim medis RSUD Tegal melakukan resusitasi dan memberikan perawatan intensif selama tiga jam.

Meski upaya penyelamatan, kondisi Rafi menurun dan dinyatakan meninggal pada pukul 12.45 WIB.

Budi Santoso tewas seketika akibat luka kepala berat.

Siti Nurhaliza meninggal karena luka internal yang tidak dapat ditangani di lapangan.

Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dalam 15 menit, mengamankan area.

Jalur tol ditutup selama dua jam untuk evakuasi, lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.

Polantas setempat membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi faktor teknis dan human error.

Kapolres Tegal, Kombes Pol. Joko Santoso, menyatakan penyebab utama masih dalam penyelidikan.

Seorang pengguna jalan bernama Andi Prasetyo mengatakan bus terlihat melaju cepat sebelum menabrak truk.

Kerabat Budi menyampaikan duka mendalam dan meminta perbaikan infrastruktur jalan.

PT Agra Mas menyampaikan belasungkawa dan menegaskan akan menunggu hasil investigasi.

Kementerian Perhubungan mengumumkan akan meningkatkan pengawasan kendaraan komersial di tol.

Data Korlantas tahun lalu mencatat 18 kecelakaan serupa di jaringan tol nasional.

Pakar transportasi menyarankan pemasangan sistem deteksi kecepatan dan pelatihan sopir.

Kecelakaan ini memicu perbincangan tentang keselamatan penumpang di transportasi umum.

Warga setempat menggalang donasi untuk keluarga korban yang masih hidup.

Kecelakaan di Tol Tegal meninggalkan duka mendalam dan menegaskan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.