Media Kampung – 31 Maret 2026 | Banjir melanda Dusun Pojok, Desa Pojokklitih Plandaan, Kabupaten Jombang sejak sore hari, dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 cm, setara paha orang dewasa, di beberapa titik jalan desa.

Warga setempat, As’ad (30 tahun), melaporkan bahwa banjir mulai terdeteksi pada pukul 16.30 WIB dan masih menggenangi permukiman hingga malam hari, menimbulkan kesulitan mobilitas bagi penduduk.

Kepala Desa Pojokklitih, Siti Roaini, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebutkan penyebab utama banjir adalah meluapnya Sungai Marmoyo dan Sungai Rapah Ombo setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam waktu singkat.

Kondisi geografis Dusun Pojok, yang terletak di dataran rendah, memperparah dampak, karena air cepat masuk ke jalan desa dan seluk-beluk permukiman, sehingga pada beberapa gang air mencapai setinggi sedada orang dewasa.

Pengamatan di jalur utama menunjukkan ketinggian air setinggi selutut, sementara di gang sempit ketinggian dapat mencapai sekitar 80 cm, menandakan perbedaan distribusi air tergantung pada topografi mikro wilayah.

Warga melaporkan bahwa biasanya air akan surut dalam dua hingga tiga jam setelah puncak, namun pada hari ini proses penurunan masih berlangsung dan belum ada tanda penurunan signifikan.

Pemerintah desa saat ini tengah melakukan pendataan rumah yang terdampak, dengan tim desa dan perangkat desa bekerja bersama untuk mencatat jumlah rumah yang terendam serta estimasi kerugian material.

Siti Roaini menyatakan bahwa belum ada data pasti mengenai total kerugian atau jumlah rumah yang terendam karena proses pendataan masih berlangsung, namun prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga dan menyediakan bantuan darurat.

Pihak kebencanaan Kabupaten Jombang belum memberikan pernyataan resmi, namun diperkirakan bantuan logistik dan evakuasi akan disalurkan melalui posko-pensko yang telah dibentuk di sekitar wilayah terdampak.

Warga yang terpaksa mengungsi sementara menginap di rumah tetangga atau fasilitas umum melaporkan kebutuhan mendesak akan sandang, pangan, dan tempat tinggal sementara hingga air kembali surut dan infrastruktur dapat dipulihkan.

Dengan cuaca tetap diprediksi tetap berpotensi hujan deras dalam beberapa hari ke depan, otoritas daerah diimbau untuk terus memantau kondisi sungai dan meningkatkan kesiapsiagaan guna mencegah perburukan situasi.

Saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun potensi risiko kesehatan akibat air yang menggenang tetap menjadi perhatian, sehingga dinas kesehatan setempat diminta melakukan penyuluhan dan penanggulangan penyakit menular.

Secara keseluruhan, banjir ini menegaskan pentingnya penanganan sistem drainase dan pengelolaan daerah aliran sungai di wilayah Jombang, serta perlunya koordinasi antara pemerintah desa, kabupaten, dan masyarakat untuk mitigasi bencana di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.