Media Kampung – 03 April 2026 | Jember mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan pada tahun 2025, dengan total realisasi mencapai Rp 2,57 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan 70,2% dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp 1,51 triliun.

Peningkatan tersebut melampaui target RPJMD 2025‑2029 yang ditetapkan sebesar Rp 1,85 triliun, menandakan kinerja ekonomi daerah berada di atas harapan. Pencapaian ini didorong oleh kebijakan pro‑investasi pemerintah kabupaten di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait.

Sebanyak 457 unit usaha menanamkan modal di Jember selama tahun 2025, menghasilkan hampir 10.000 lapangan kerja baru. Pemerintah menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja menjadi indikator utama keberhasilan investasi.

Sektor properti dan kawasan industri menjadi kontributor utama, mencatat nilai investasi sekitar Rp 1,44 triliun. Sektor lain seperti perdagangan dan reparasi menyumbang Rp 138,4 miliar, menambah diversifikasi aliran modal.

Bupati Gus Fawait menegaskan pentingnya investasi sebagai urat nadi pembangunan, sekaligus menekankan bahwa pertumbuhan modal harus berimbalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Di sisi makroekonomi, inflasi wilayah Jember tercatat 3,84% pada Maret 2026, sedikit di atas rata-rata nasional (3,48%) dan provinsi Jawa Timur (3,79%). Kenaikan ini dipantau ketat oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

TPID mengimplementasikan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Upaya tersebut mencakup operasi pasar rutin serta koordinasi lintas instansi untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar, LPG, dan bahan pangan.

Data BPS juga mengindikasikan kenaikan signifikan pada sektor perawatan pribadi sebesar 13,66%, sementara sektor teknologi informasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 2,56%. Pola ini mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat Jember.

Pemerintah daerah menilai bahwa deflasi di sektor teknologi dan keuangan dapat menurunkan daya beli, namun diimbangi dengan pertumbuhan di sektor properti dan industri yang menciptakan lapangan kerja. Kebijakan fiskal dan moneter daerah diarahkan untuk menstabilkan konsumsi domestik.

Bupati menuturkan bahwa sinergi antara peningkatan investasi dan pengendalian inflasi menjadi kunci menuju kemandirian ekonomi Jember. Ia menekankan pentingnya monitoring berkelanjutan serta evaluasi kebijakan secara periodik.

Analisis para ahli ekonomi regional menyatakan bahwa pencapaian investasi Jember dapat menjadi model bagi daerah lain di Jawa Timur, terutama dalam menarik investasi industri dan properti. Namun, mereka mengingatkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan memerlukan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Secara keseluruhan, Jember berada pada jalur yang positif dengan investasi melampaui target dan upaya pengendalian inflasi yang terkoordinasi. Pemerintah berkomitmen melanjutkan program-program yang mendukung iklim investasi yang sehat dan kesejahteraan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.