Media Kampung – 03 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengumumkan percepatan transformasi budaya kerja ASN sebagai respons terhadap dinamika geopolitik dan tantangan energi global. Langkah ini dijadikan strategi utama untuk meningkatkan daya saing birokrasi daerah.
Transformasi difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi pengeluaran, serta pemanfaatan potensi lokal yang diharapkan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Program ini selaras dengan arahan pemerintah pusat untuk reformasi birokrasi.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa kebijakan nasional harus diterapkan konsisten hingga level daerah. Ia menambahkan bahwa budaya kerja yang adaptif dan berorientasi kinerja menjadi kunci keberhasilan.
ASN diminta meningkatkan kompetensi teknis sekaligus menjaga integritas serta etika kerja sesuai peraturan yang berlaku. Upaya ini diharapkan menghasilkan pelayanan publik yang lebih responsif dan berkualitas.
Sebagai bagian dari rasionalisasi anggaran, Pemkab Bondowoso meninjau kembali belanja perjalanan dinas. Anggaran tersebut akan dialokasikan ke program prioritas seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan indikator kinerja utama.
“Perjalanan dinas harus selektif; bila tidak esensial, dapat ditunda atau dibatalkan,” ujar Fathur Rozi. Ia menekankan pentingnya mengarahkan dana ke kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga memperkuat upaya optimalisasi potensi ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan perkebunan yang menyumbang sekitar 28 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Program rumah pangan lestari dipercepat untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Selain pertanian, dukungan diberikan kepada UMKM dan industri lain melalui pelatihan, akses pembiayaan, dan promosi produk daerah. Targetnya adalah menciptakan ekosistem bisnis yang mandiri dan berkelanjutan.
Digitalisasi menjadi pilar utama dalam rangka meningkatkan efisiensi administrasi dan pendapatan daerah. Sistem pajak dan retribusi kini beralih ke platform online untuk mempercepat proses pembayaran.
Fathur Rozi mencatat bahwa pendapatan daerah meningkat dari Rp323 miliar menjadi Rp328 miliar pada tahun 2026, menandakan tren positif. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini harus dipertahankan melalui inovasi berkelanjutan.
Penerapan teknologi informasi juga mencakup penyediaan layanan publik secara daring, termasuk perizinan dan pengaduan masyarakat. Hal ini diharapkan mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan transparansi.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk terus memonitor pelaksanaan transformasi budaya kerja melalui audit internal dan evaluasi kinerja tahunan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar perbaikan kebijakan selanjutnya.
Langkah-langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk meningkatkan kualitas aparatur dan memperkuat kemandirian fiskal daerah. Keberhasilan di Bondowoso diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain.
Masyarakat diharapkan merasakan manfaat langsung berupa layanan yang lebih cepat, anggaran yang lebih terarah, dan peningkatan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah menegaskan keterbukaan dalam melibatkan publik.
Transformasi budaya kerja ASN di Bondowoso kini berada pada fase implementasi intensif, dengan target jangka menengah untuk meningkatkan kinerja birokrasi dan kontribusi PAD. Upaya berkelanjutan akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan