Media Kampung – 05 April 2026 | Wali Kota Syauqul Muhibbin, yang akrab dipanggil Mas Ibin, turun ke Alun‑alun Kota Blitar pada Minggu, 5 April, menanggapi ulasan akun Instagram @gilang.her.
Ulasan tersebut menyoroti beberapa kekurangan fasilitas publik di alun‑alun, termasuk area permainan, toilet, dan kebersihan.
wali kota menegaskan bahwa alun‑alun tetap dipertahankan sebagai simbol tradisional sekaligus ruang terbuka hijau bagi masyarakat.
Ia mengakui bahwa sebagian fasilitas sudah mulai menua dan membutuhkan perbaikan.
Namun, ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama dalam penjadwalan perawatan.
“Kami maksimalkan sumber daya yang ada, tanpa harus melakukan bongkar‑pasang besar,” ujarnya dalam pernyataan singkat.
Mas Ibin menilai secara umum alun‑alun masih layak digunakan untuk aktivitas sehari‑hari warga.
Ia menyoroti bahwa cat fasilitas dan area permainan memerlukan pengecatan ulang serta perbaikan struktural.
Masalah kebersihan, khususnya kotoran burung, juga disebut sebagai pekerjaan rumah yang belum selesai.
Wali Kota menegaskan bahwa tidak ada rencana mengganti seluruh fasilitas, melainkan fokus pada perawatan rutin.
“Anggaran terbatas, jadi prioritas kami adalah menjaga yang sudah ada tetap berfungsi,” tegasnya.
Dalam video review Gilang Her, terlihat kritik tentang jarak open space yang dianggap terlalu jauh dari pusat aktivitas.
Kondisi toilet yang kurang bersih dan area bermain anak yang kurang aman juga menjadi sorotan utama.
Gilang Her mengajak netizen untuk lebih aktif melaporkan kondisi fasilitas publik melalui media sosial.
Respon Mas Ibin mencerminkan upaya pemerintah kota untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan fasilitas.
Ia mengajak warga untuk ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan alun‑alun secara bersama‑sama.
Pemerintah kota menyiapkan jadwal pembersihan rutin dan inspeksi berkala untuk mengurangi akumulasi kotoran.
Meskipun ada keterbatasan dana, pihak berwenang berharap perbaikan kecil dapat meningkatkan kepuasan pengguna.
Alun‑alun Kota Blitar tetap menjadi ruang publik utama, dengan komitmen perawatan berkelanjutan dari pemerintah dan partisipasi aktif warga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan