Media Kampung – 09 April 2026 | Kebakaran meletus di Dapur Barokah milik H. Niti, Jalan Sritanjung, Temenggungan, Banyuwangi, pada sore Kamis 9 April 2026.

Api muncul sesaat setelah proses pergantian tabung gas LPG baru selesai dilakukan.

Pada pukul 15.48 WIB, percikan api meluas dan langsung menyalakan bahan bakar di dapur.

Dua karyawan yang sedang menyiapkan makanan mengalami luka ringan akibat semburan api.

Salah satu korban mengalami luka bakar pada lengan kiri, sementara yang lain mengalami luka bakar pada kaki kanan.

Baca juga:

Kedua korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dari rekan kerja sebelum tim medis tiba.

Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi menerima laporan sekitar enam menit setelah kejadian.

Sepuluh petugas dengan empat mobil pemadam dikerahkan dan tiba di lokasi dalam hitungan menit.

Petugas melakukan pemadaman dengan menggunakan alat pemadam berbasis busa serta selang air bertekanan tinggi.

Upaya pemadaman berhasil mengendalikan api dalam waktu kurang dari satu jam.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari kebocoran pada tabung LPG yang baru dipasang.

Ir. Edy Supriyono, kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan banyuwangi, menjelaskan bahwa gas yang bocor langsung menyulut api dari kompor.

Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan regulator dan sambungan tabung gas sebelum penggunaan.

Dinas menekankan bahwa semua usaha memasak harus mengikuti standar keamanan gas LPG yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berencana mengadakan pelatihan ulang bagi pengelola dapur komersial mengenai penanganan gas.

Baca juga:

Pelatihan tersebut akan mencakup cara mengecek kebocoran, penggunaan alat deteksi, dan prosedur darurat.

Selain dua karyawan yang terluka, tidak ada korban jiwa atau kerusakan properti signifikan dilaporkan.

Kerusakan pada peralatan dapur dan sebagian dinding ruangan diperkirakan akan memerlukan perbaikan selama beberapa hari.

Pemilik Dapur Barokah, H. Niti, menyatakan penyesalan mendalam atas insiden dan berjanji meningkatkan keselamatan kerja.

Ia menambahkan bahwa semua tabung gas akan diperiksa ulang oleh teknisi bersertifikat sebelum dipakai kembali.

Pihak kepolisian setempat turut serta melakukan investigasi untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian kriminal.

Hingga saat ini, hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak ada indikasi sabotase atau tindakan sengaja.

Masyarakat sekitar menyampaikan keprihatinan dan mengharapkan peningkatan pengawasan pada usaha kuliner berbasis gas.

Sebagai respons, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) akan memperketat perizinan restoran yang menggunakan LPG.

Kebijakan baru mencakup inspeksi rutin setiap tiga bulan dan sertifikasi teknisi gas yang lebih ketat.

Baca juga:

Insiden ini menambah daftar kasus kebakaran dapur yang terjadi di wilayah Jawa Timur pada tahun 2026.

Data Badan Penanggulangan Bencana menunjukkan peningkatan 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pihak berwenang menilai faktor keamanan kerja menjadi prioritas utama dalam upaya mengurangi angka kebakaran.

Dengan penanganan cepat dan langkah preventif yang diambil, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.