Media Kampung – 05 April 2026 | Antrean kendaraan menumpuk hingga sekitar 17 kilometer dari Pelabuhan Ketapang sampai Desa Alasbuluh pada Rabu 1 April 2026, pukul 11.25 WIB, menandakan kembali terjadinya kemacetan signifikan di jalur utama.
Setelah masa pembatasan angkutan Lebaran berakhir, kendaraan logistik kembali beroperasi penuh, menyebabkan lonjakan volume kendaraan yang mendominasi arus balik.
Truk-truk berukuran besar menempati sebagian besar ruang jalan, memperlambat laju arus dan memperpanjang waktu tempuh bagi semua pengguna.
Beberapa pengendara yang memilih melawan arus atau menembus jalur lawan arah, yang dikenal sebagai “ngeblong”, menambah penyempitan dan memperparah kondisi kemacetan di titik-titik kritis.
Petugas kepolisian bersama TNI terus melakukan pengaturan lalu lintas, menyiapkan pos pengendali dan mengarahkan kendaraan untuk mengurangi penumpukan.
ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang melaporkan bahwa arus penyeberangan kapal feri telah kembali normal, namun kembali beroperasinya kendaraan logistik secara serentak menambah beban pada infrastruktur jalan.
Akibat kemacetan, penumpang feri mengalami penundaan, sementara para pengemudi harus menunggu berjam‑jam sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
Pemerintah daerah mengimbau pengguna jalan untuk bersabar, mematuhi rambu lalu lintas, dan menghindari pelanggaran seperti melawan arus yang dapat memperburuk situasi.
Analisis awal menunjukkan bahwa peningkatan volume kendaraan pasca pembatasan berkontribusi langsung pada terbentuknya antrean panjang di rute strategis ini.
Berbagai pihak menilai perlunya penambahan jalur alternatif atau percepatan proyek infrastruktur jalan untuk mengatasi bottleneck yang terjadi.
Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan transportasi publik atau jadwal keberangkatan yang lebih fleksibel guna mengurangi tekanan pada jalur utama.
Antrean masih terus memanjang, dan pihak berwenang akan terus memantau serta mengoptimalkan koordinasi guna mengurangi dampak kemacetan pada masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan