Media Kampung – 05 April 2026 | Kemacetan panjang di jalan Banyuwangi‑Situbondo yang mengarah ke Pelabuhan Ketapang telah terurai pada Sabtu pagi, mengakhiri antrean kendaraan yang sempat memanjang belasan kilometer.
Kemacetan bermula sejak malam Sabtu 28 Maret, menahan truk logistik, pikap, bus, dan mobil pribadi selama hampir satu minggu.
Penumpukan kendaraan tersebut mengganggu distribusi barang, menambah waktu tempuh, dan meningkatkan biaya operasional bagi para pengemudi.
Setelah koordinasi intensif, Polresta Banyuwangi bersama tim Satlantas berhasil mengembalikan kelancaran arus lalu lintas pada pukul 07.00 WIB, Sabtu 4 April.
Pengurus Satu Keluarga Besar Driver Indonesia (SKBDI) di banyuwangi, Matrawi, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolresta dan personelnya atas penanganan cepat.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kapolresta Banyuwangi beserta jajaran yang sudah mengatur pengkondisian lalu lintas, sehingga sudah bisa lancar kembali,” ujar Matrawi.
Ia menambahkan bahwa penegakan disiplin lalu lintas baik siang maupun malam memberikan bantuan signifikan bagi driver yang harus mengejar jadwal pengiriman.
Driver mengharapkan kondisi yang telah normal dapat dipertahankan, terutama menjelang masa arus balik Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan ke Pelabuhan Ketapang.
Matrawi juga menekankan perlunya solusi jangka panjang agar kemacetan serupa tidak terulang, termasuk penataan infrastruktur dan manajemen titik penumpukan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian, mengonfirmasi bahwa arus lalu lintas tetap lancar hingga saat ini.
“Jam 7 pagi tadi sudah lancar dan sampai sekarang juga demikian,” kata Pepri saat dikonfirmasi.
Meskipun lalu lintas sudah normal, pihak kepolisian tetap menerapkan skema pengaturan, khususnya pada jalur lingkar, untuk mengantisipasi pergerakan truk besar.
Kendaraan pribadi yang datang dari arah Banyuwangi dapat langsung melaju ke Pelabuhan tanpa harus memutar di jalur lingkar, sedangkan truk sumbu tiga ke atas masih dipindahkan melalui zona buffer.
Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas serta mengurangi potensi kemacetan di titik kritis selama proses perpindahan truk.
Selama periode kemacetan, para supir melaporkan kerugian material dan penundaan pengiriman barang, yang berdampak pada rantai pasok di wilayah Jawa Timur dan Bali.
Pemerintah daerah Banyuwangi bekerja sama dengan otoritas pelabuhan untuk memperbaiki koordinasi lalu lintas dan menyediakan fasilitas penampungan sementara bagi kendaraan besar.
Pihak pelabuhan juga menyiapkan jalur alternatif dan menambah petugas kontrol di pintu masuk untuk mempercepat proses bongkar muat.
Analisis awal menunjukkan bahwa faktor utama kemacetan adalah volume truk logistik yang melebihi kapasitas jalan penunjang pada jam-jam puncak.
Ke depannya, otoritas berencana melakukan studi kelayakan penambahan jalur khusus logistik serta pengembangan sistem manajemen lalu lintas berbasis teknologi.
Dengan penanganan yang cepat dan kerjasama antara kepolisian, asosiasi driver, dan otoritas pelabuhan, situasi di jalur Banyuwangi‑Situbondo kini kembali stabil.
Kondisi ini diharapkan menjadi contoh bagi penanganan gangguan lalu lintas serupa di daerah lain yang menjadi gerbang distribusi barang antar pulau.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan