Media Kampung – 04 April 2026 | UTP PPP LLAJ Banyuwangi bersama Dinas Perhubungan Jawa Timur mengaktifkan sistem JTCP (Jatim Transportasi Control Center) untuk memantau arus kendaraan selama mudik Lebaran 2026. Sistem ini dipasang di Posko Pengamanan dan Pelayanan Lebaran yang berlokasi di kantor UPT.

JTCP berfungsi sebagai pusat pengendalian terpadu yang mengintegrasikan data lalu lintas, operasional Transjawa Timur, serta pergerakan di bandara, stasiun, dan terminal. Dengan fasilitas ini, otoritas dapat mengawasi secara real‑time kondisi lalu lintas di provinsi.

Kepala UTP PPP LLAJ Banyuwangi, Agung Heru Prasongko, menyatakan bahwa pemantauan mencakup kendaraan roda dua dan roda empat baik pada arus mudik maupun arus balik. Ia menambahkan bahwa penggunaan JTCC meningkatkan kemampuan responsif dalam mengatasi kemacetan.

Pengawasan dilakukan melalui jaringan CCTV yang terhubung ke pusat kontrol. Empat titik pemantauan utama meliputi area depan Terminal Sritanjung, Simpang Tiga SPBU Farly, pintu masuk ASDP, dan pintu keluar ASDP.

Selain kamera jalan, sistem juga memonitor palang pintu kereta api di jalur JPL 06 dan JPL 09. Data dari kedua titik tersebut menunjukkan alur yang lancar dan aman selama periode mudik.

Integrasi CCTV memungkinkan petugas mengidentifikasi potensi hambatan secara dini. Informasi yang dikirim ke JTCC selanjutnya dapat diproses untuk mengatur pengalihan rute atau menambah unit patroli.

Kesiapan infrastruktur digital ini sejalan dengan program Smart Transportation yang digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tujuannya adalah menciptakan transportasi yang lebih terhubung, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam rapat koordinasi, Kasi LLA Karsi, SAP, menegaskan bahwa semua kamera telah terkalibrasi dan terhubung ke jaringan fiber optik. Hal ini menjamin keandalan transmisi data tanpa gangguan.

Data lalu lintas yang dikumpulkan juga dimanfaatkan untuk analisis pola pergerakan kendaraan. Analisis tersebut membantu merencanakan penambahan layanan transportasi umum pada rute yang padat.

Selama hari Kamis, 26 Maret 2026, petugas melaporkan tidak ada insiden signifikan di wilayah pantauan. Keberhasilan ini dianggap sebagai bukti efektivitas sistem JTCC.

Pihak Dinas Perhubungan berencana memperluas cakupan pemantauan ke titik strategis lainnya di Kabupaten Banyuwangi. Lokasi tambahan yang dipertimbangkan meliputi pelabuhan dan jalur lintas batas.

Peningkatan kapasitas pengawasan diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh kendaraan selama masa mudik. Dengan informasi yang akurat, pengendara dapat memilih rute alternatif yang lebih cepat.

Penggunaan JTCC juga mendukung koordinasi antar‑instansi, termasuk kepolisian, satpam, dan operator transportasi. Kolaborasi ini memperkuat respons terhadap kecelakaan atau gangguan lain.

Agung Heru Prasongko menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang manfaat sistem pemantauan. Ia mengajak warga untuk mematuhi petunjuk lalu lintas yang disampaikan melalui media digital.

Dinas Perhubungan Jawa Timur telah menyiapkan prosedur standar operasional bagi tim pemantau. Prosedur tersebut mencakup eskalasi laporan, verifikasi visual, dan penetapan tindakan korektif.

Pada malam hari, kamera infrared aktif untuk mengawasi kondisi jalan yang kurang terang. Teknologi ini memungkinkan deteksi kendaraan bahkan dalam kondisi visibilitas rendah.

Seluruh data yang terkumpul disimpan dalam server terpusat dengan sistem enkripsi. Keamanan data menjadi prioritas untuk melindungi privasi pengguna.

Implementasi JTCC merupakan bagian dari upaya modernisasi transportasi yang dijalankan sejak 2024. Proyek ini mendapat dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan dana hibah pusat.

Keberhasilan pemantauan di banyuwangi dijadikan contoh bagi daerah lain di Jawa Timur. Diharapkan model ini dapat direplikasi untuk meningkatkan keselamatan jalan secara regional.

Dengan sistem pengawasan yang terintegrasi, UTP PPP LLAJ Banyuwangi siap menghadapi tantangan mobilitas di masa mendatang. Keseluruhan upaya tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap transportasi yang aman dan efisien.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.