Media Kampung – 04 April 2026 | Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ika Yusanti, melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Banyuwangi pada Selasa, 24 Maret 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan pengawasan terhadap Unit Pelaksana Teknis Imigrasi dan Pemasyarakatan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Ika menekankan pentingnya pelayanan kunjungan keluarga bagi warga binaan tetap berjalan aman, nyaman, dan tertib selama libur lebaran.
Selama inspeksi, ia memeriksa alur pendaftaran, penempatan petugas di titik-titik strategis, serta koordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengamanan.
Ia menilai bahwa prosedur pendaftaran sudah terintegrasi dengan sistem digital yang meminimalkan antrian dan mengurangi potensi kerumunan.
Petugas keamanan ditempatkan di pintu masuk, ruang tunggu, dan area kontrol untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran protokol.
Dukungan tambahan dari pasukan TNI serta unit kepolisian memberi lapisan keamanan ekstra, terutama pada hari-hari puncak kunjungan.
Ika juga meluangkan waktu berbicara langsung dengan sejumlah keluarga yang menunggu giliran, guna mengumpulkan masukan mengenai kenyamanan layanan.
Beberapa keluarga mengapresiasi kecepatan proses dan sikap ramah petugas, sementara yang lain menyampaikan harapan agar fasilitas toilet tetap bersih.
Setelah meninjau lapangan, Ika memberikan penilaian positif terhadap kesiapan Lapas Banyuwangi dalam mengelola kunjungan lebaran.
Kepala Lapas banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan risiko sejak awal tahun.
Ia menambahkan seluruh personel Lapas dikerahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan prosedur keamanan tidak terlewatkan.
Lapas menerapkan skema kunjungan khusus Idul Fitri selama empat hari, dengan dua sesi kunjungan setiap harinya.
Sesi pagi dikhususkan bagi warga binaan kasus narkotika, sedangkan sesi siang melayani warga binaan kasus kriminal umum.
Pembagian sesi ini dianggap efektif dalam mengurangi kepadatan dan memudahkan pengawasan oleh petugas.
Data lapangan menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung pada hari keempat, yang merupakan puncak permintaan keluarga.
Meskipun volume pengunjung meningkat, petugas gabungan berhasil menjaga ketertiban dan menjalankan SOP tanpa hambatan signifikan.
Ika menegaskan bahwa layanan harus tetap mengedepankan standar keamanan tinggi, tanpa mengorbankan hak keluarga untuk bertemu narapidana.
Ia menyatakan, “Kami ingin memastikan negara hadir memberikan layanan terbaik di hari yang fitri ini.”
Kalapas menambahkan, “Pembagian sesi terbukti efektif dalam memecah kerumunan dan menjaga ketertiban di dalam area Lapas.”
Kedua pejabat menilai bahwa sinergi antara Lapas, Imigrasi, TNI, dan Polri menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan kunjungan.
Mereka juga menyoroti pentingnya pelatihan petugas dalam penanganan situasi darurat dan komunikasi dengan keluarga.
Penggunaan sistem digital untuk verifikasi identitas dan jadwal kunjungan membantu mempercepat proses serta meminimalkan kesalahan manusia.
Selama periode lebaran, Lapas akan terus memantau kepatuhan SOP dan menyesuaikan kebijakan bila diperlukan.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk meningkatkan kualitas layanan publik di institusi pemasyarakatan.
Masyarakat diharapkan dapat menilai keberhasilan layanan ini melalui pengalaman langsung dan umpan balik yang diterima Lapas.
Dengan persiapan matang dan koordinasi lintas instansi, Lapas Banyuwangi berkomitmen menyediakan layanan kunjungan yang aman, tertib, dan manusiawi selama hari raya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan