Media Kampung – 04 April 2026 | Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Wakapolda Jatim) Pasma Royce bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melakukan inspeksi langsung pada puncak arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang pada Minggu, 29 Maret 2026.

Inspeksi tersebut bertujuan memastikan lonjakan kendaraan dari Jawa ke Bali dapat dikelola dengan baik dan menghindari kemacetan yang berpotensi mengganggu mobilitas penduduk.

Pasma memulai pengawasan dari udara dengan menggunakan helikopter untuk memantau kepadatan lalu lintas di sepanjang akses menuju pelabuhan.

Setelah melakukan pemantauan, keduanya melaksanakan rapat koordinasi bersama pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang serta instansi terkait lainnya.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya sinkronisasi data kendaraan, penempatan petugas, dan penataan zona penyangga untuk memperlancar arus kendaraan.

Meski volume kendaraan tinggi, pengawasan dan penataan zona penyangga dinilai masih dapat menahan laju arus sehingga tidak menumpuk di area pelabuhan.

Zona penyangga utama meliputi area Bulusan, Pusri, dan Terminal Sritanjung yang berfungsi sebagai buffer untuk menampung kendaraan sementara menunggu proses keberangkatan.

Pasma menegaskan bahwa keberadaan buffer zone tersebut sangat membantu menjaga kelancaran arus dan mencegah terjadinya kemacetan massal.

Tim pengawas juga mencatat bahwa petugas lapangan telah menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan yang mengalami keterlambatan atau kendala teknis.

Selain itu, petugas keamanan melakukan pemeriksaan dokumen kendaraan secara berkelanjutan untuk menghindari potensi pelanggaran aturan transportasi.

Mujiono menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak kepolisian setempat memastikan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran lalu lintas di area pelabuhan.

Selama inspeksi, tim juga mengevaluasi efektivitas penggunaan teknologi pemantauan, termasuk kamera CCTV dan sistem sensor kendaraan di pintu masuk pelabuhan.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa integrasi data real‑time membantu otoritas dalam mengambil keputusan cepat terkait pengaturan arus kendaraan.

Pasar kerja lokal diperkirakan mendapat dampak positif dari kelancaran arus balik, terutama bagi pelaku usaha transportasi dan sektor pariwisata di Banyuwangi.

Polda jawa timur berkomitmen terus meningkatkan kapasitas penanganan arus balik selama musim mudik Lebaran mendatang.

Koordinasi lintas sektoral antara kepolisian, otoritas pelabuhan, dan operator ferry dipandang kunci utama dalam mengoptimalkan proses keberangkatan kendaraan.

Ke depannya, pihak berwenang berencana menambah titik kontrol tambahan di jalur masuk utama untuk memperkuat pengawasan.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan arus balik kendaraan dapat tetap terkelola dengan baik tanpa mengganggu kenyamanan penumpang maupun warga setempat.

Inspeksi ini menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan instansi terkait dalam menjaga kelancaran transportasi lintas pulau selama periode libur panjang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.