Media Kampung – 03 April 2026 | Satlantas Polresta Banyuwangi pada Kamis (2 April 2026) membagikan makan siang kepada pengendara yang terjebak dalam kemacetan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang. Langkah ini diambil untuk mengurangi kelelahan dan mencegah potensi kecelakaan.

Kepadatan arus lalu lintas di jalur menuju pelabuhan meningkat tajam karena volume kendaraan yang berbondong‑bongkar pada jam sibuk. Pengendara yang harus menunggu berjam‑jam beris mengakibatkan penurunan konsentrasi dan stamina.

Kombespol Rofiq Ripto Himawan, Kapolresta Banyuwangi, menegaskan bahwa kelelahan merupakan faktor utama dalam kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, ia menginstruksikan personel Satlantas untuk menawarkan istirahat dan makanan ringan.

Tim Satlantas yang dipimpin oleh Aiptu Arief Handoko dan Aipda Nyoman langsung turun ke lapangan, menyisir antrean kendaraan yang terhenti. Mereka menandai kendaraan yang tampak lelah dan mendekati pengemudi untuk menawarkan bantuan.

Salah satu penerima bantuan adalah Rohmat, warga Besuki yang sedang dalam perjalanan menuju Denpasar. Rohmat mengaku merasa lelah setelah mengemudi selama lebih dari tiga jam tanpa jeda.

Tim memberikan paket makan siang yang berisi nasi, lauk sederhana, serta minuman air mineral. Makanan tersebut disiapkan oleh Satlantas sebagai sarana pemulihan energi singkat.

Setelah menerima makanan, Rohmat dan pengendara lain dipersilakan beristirahat di area aman yang telah disiapkan. Petugas menegaskan pentingnya menghindari melanjutkan perjalanan dalam kondisi lelah.

Pengawasan tambahan juga dilakukan oleh Satlantas untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melaju secara berbahaya di tengah kemacetan. Kehadiran aparat di lokasi membantu menegakkan disiplin lalu lintas.

Upaya ini selaras dengan kebijakan Polresta Banyuwangi yang menekankan pencegahan kecelakaan melalui edukasi dan intervensi langsung. Program serupa pernah diterapkan di beberapa titik rawan lainnya di provinsi.

Data internal Polresta mencatat penurunan angka kecelakaan pada hari‑hari dengan program pembagian makanan dan istirahat. Meskipun belum ada statistik resmi, petugas melaporkan respons positif dari pengendara.

Warga dan pelaku usaha di sekitar Pelabuhan Ketapang menyambut inisiatif tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. Beberapa pedagang lokal bahkan menambah stok makanan untuk membantu kebutuhan tambahan.

Meski bantuan makanan terbatas, petugas berusaha mendistribusikannya secara merata kepada semua kendaraan yang tampak lelah. Proses distribusi dilakukan secara bergiliran untuk menghindari kerumunan.

Satlantas menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasar tingkat keparahan kemacetan di masa mendatang. Jika diperlukan, mereka siap menambah frekuensi atau memperluas area bantuan.

Pengendara diharapkan tetap mematuhi perintah petugas, mengatur kecepatan, dan melakukan istirahat secara berkala. Keselamatan di jalan menjadi tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.

Dengan langkah pembagian makan siang dan penyuluhan istirahat, Satlantas banyuwangi berharap mengurangi potensi kecelakaan akibat kelelahan di jalur Ketapang. Upaya ini mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga keamanan lalu lintas regional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.