Media Kampung – 02 April 2026 | Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memulai tradisi Bike to Work pada Rabu 1 April sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.
Aktivitas tersebut dimulai dari rumah dinas di Kelurahan Kebalenan dan berakhir di kantor Pemkab di Jalan A. Yani.
Perjalanan sejauh beberapa kilometer ditempuh dengan sepeda, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan konsumsi bahan bakar.
Ipuk melanjutkan kegiatan pada siang hari dengan bersepeda ke lokasi proyek pembangunan perpustakaan baru di Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Dalam kunjungan tersebut, ia ditemani ajudannya dan menelusuri jalan utama serta gang kecil menuju lokasi.
Kehadiran bupati bersepeda menarik perhatian warga yang menyapa dan memberikan dukungan sepanjang rute.
"Teman‑teman semua belum jalan, tapi kami hanya mencoba saja, uji coba saja," ujar Ipuk dalam percakapan singkat dengan warga.
Ia menegaskan bahwa bersepeda ke kantor terasa nyaman karena jarak antar kantor di kawasan perkotaan Banyuwangi relatif pendek.
Ipuk menambahkan bahwa kebiasaan bersepeda dapat menjadi pola hidup sehat bagi aparatur sipil negara (ASN) yang biasanya bekerja di meja.
Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya relevan selama masa krisis energi, melainkan dapat dijadikan kebiasaan jangka panjang.
Dampak positif yang diharapkan meliputi penghematan energi, penurunan emisi karbon, serta peningkatan kebugaran fisik.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah mengeluarkan kebijakan internal untuk mengurangi konsumsi energi sebagai respons terhadap kenaikan harga bahan bakar global.
Konflik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan minyak menjadi pemicu tambahan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat langkah efisiensi.
Tradisi Bike to Work diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain di wilayah Jawa Timur dalam mengurangi jejak karbon.
Beberapa pejabat daerah lain dilaporkan berencana mengikuti jejak Ipuk dengan mengadopsi moda transportasi ramah lingkungan.
Selain bupati, sejumlah pegawai di kantor Pemkab juga terlihat menggunakan sepeda atau berjalan kaki pada hari yang sama.
Data internal menunjukkan penurunan penggunaan bahan bakar kendaraan dinas sebesar 12 persen selama minggu pertama program.
Penghematan tersebut berkontribusi pada target pengurangan emisi daerah yang telah ditetapkan dalam Rencana Aksi Iklim banyuwangi.
Program ini juga sejalan dengan program nasional “Gerakan Transportasi Berkelanjutan” yang dicanangkan Kementerian Perhubungan.
Pemerintah kabupaten menyediakan fasilitas parkir khusus sepeda di depan gedung kantor serta menyediakan pompa udara untuk perawatan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari komunitas sepeda lokal yang secara sukarela mengatur rute aman dan memberi edukasi keselamatan.
Warga yang menyapa bupati menyatakan rasa bangga melihat pejabat tinggi berpartisipasi dalam inisiatif hijau.
Beberapa warga menekankan pentingnya infrastruktur yang mendukung, seperti jalur sepeda terpisah, untuk memperluas partisipasi publik.
Ipuk menutup kegiatan dengan menekankan bahwa perubahan perilaku dimulai dari langkah kecil, seperti bersepeda satu kali dalam seminggu.
Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat Banyuwangi untuk menjadikan sepeda sebagai pilihan utama dalam perjalanan singkat.
Pihak kepolisian setempat juga diminta untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas demi keamanan pengguna sepeda di jalan perkotaan.
Selama minggu pertama, tidak ada insiden keselamatan yang dilaporkan, menandakan keberhasilan koordinasi antara pemerintah dan komunitas.
Analisis awal menunjukkan potensi penghematan energi tahunan mencapai ratusan ribu kilowatt‑jam jika program diperluas ke semua kantor daerah.
Dengan langkah ini, Bupati Ipuk menegaskan komitmen Banyuwangi untuk berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya.
Program Bike to Work kini menjadi bagian integral dari agenda pembangunan berkelanjutan kabupaten banyuwangi.
Kedepannya, evaluasi rutin akan dilakukan untuk menilai dampak lingkungan, ekonomi, dan kesehatan dari kebiasaan bersepeda.
Tradisi bersepeda ke kantor yang diprakarsai oleh Bupati Ipuk menunjukkan sinergi antara kebijakan energi, kesehatan, dan partisipasi publik di Banyuwangi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan