Media Kampung – 02 April 2026 | Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Perikanan melakukan penebaran 2.500 ekor ikan di aliran sungai kawasan Wisata Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu pada Selasa 31 Maret 2026. Aksi ini dimaksudkan untuk memperkuat kesehatan ekosistem sungai dan mendukung upaya konservasi perairan.
Program penebaran ini diberi nama “Bakti Alam” dan melibatkan petugas dinas, pengelola wisata, serta warga setempat yang membantu proses pelepasan ikan. Jenis ikan yang dipilih adalah tawes (Rasbora spp.) dan nilem (Puntius spp.), yang dianggap sesuai dengan kondisi aliran sungai.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa pemilihan spesies didasarkan pada kecocokan habitat alami, sehingga ikan dapat bertahan dan berkembang biak secara alami. Ia menekankan bahwa kedua spesies tersebut lebih cocok untuk perairan yang mengalir.
“Ikan nilem dan ikan tawes memang diperuntukkan di perairan yang mengalir. Secara biologis, kedua spesies ini cocok untuk ekosistem sungai seperti di kawasan ini,” ujar Suryono. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menyesuaikan jenis ikan dengan karakteristik lingkungan.
Selain fungsi restocking, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat sekitar. Penduduk diajak untuk lebih peduli pada kebersihan sungai dan menjaga kelestarian habitat air tawar.
“Kegiatan ini bukan sekadar menebar ikan, tetapi juga mengajak masyarakat menjaga alam agar tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tambah Suryono. Ia menekankan peran aktif warga dalam memelihara kualitas air dan vegetasi tepi sungai.
Pemerintah daerah berharap keberadaan populasi ikan yang lebih banyak dapat meningkatkan nilai estetika dan ekologis Wisata Gerbang Raung. Hal ini diharapkan menarik lebih banyak wisatawan yang tertarik pada ekowisata dan aktivitas alam.
Dengan ekosistem yang lebih sehat, potensi pendapatan sektor pariwisata lokal berpotensi meningkat, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Jambewangi dan sekitarnya. Penebaran ikan dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan wilayah.
Dinas Perikanan mencatat bahwa proses penebaran dilakukan pada pagi hari dengan memperhatikan suhu air dan arus yang mendukung kelangsungan hidup ikan. Tim lapangan menyiapkan wadah khusus untuk meminimalkan stres pada ikan selama transportasi.
Pengelola wisata Gerbang Raung menyatakan dukungan penuh terhadap program ini, menyebutkan bahwa upaya konservasi selaras dengan visi mereka menjadikan area tersebut sebagai destinasi ramah lingkungan. Mereka juga merencanakan papan informasi untuk menjelaskan pentingnya program kepada pengunjung.
Pengamatan awal setelah penebaran menunjukkan ikan mulai beradaptasi dan bergerak menyusuri aliran sungai. Dinas Perikanan berjanji melakukan monitoring rutin selama enam bulan ke depan untuk menilai pertumbuhan dan dampak ekologi.
Penebaran 2.500 ikan di Gerbang Raung menandai langkah konkret Pemkab banyuwangi dalam melindungi sumber daya air dan memperkuat daya tarik pariwisata berbasis alam. Keberlanjutan program akan bergantung pada sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pengunjung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan