Media Kampung – 02 April 2026 | UNDP Deputy Resident Representative Sujala Pant mengunjungi Banyuwangi pada 31 Maret 2026 untuk menilai inovasi daerah.

Kunjungan itu dilaksanakan bersama tim Kementerian Koordinator Pangan dan diakhiri dengan pertemuan di Pendopo Banyuwangi bersama Bupati Ipuk Fiestiandani.

Bupati Ipuk menyampaikan rangkaian program strategis yang mencakup pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, pertanian organik, dan penguatan kelembagaan nelayan.

Sujala menilai banyuwangi telah konsisten menghasilkan inovasi yang selaras dengan prioritas nasional dan mampu berkolaborasi dengan mitra domestik maupun internasional.

“Saya melihat banyak peluang yang sejalan dengan fokus UNDP dan visi kepala daerah di sini,” ujar Sujala Pant dalam diskusi.

Program pengelolaan sampah di Banyuwangi meliputi penerapan TPS3R yang melibatkan mitra dari Norwegia dan Uni Emirat Arab.

Inisiatif tersebut mendukung tujuan UNDP dalam memperkuat ekonomi sirkular dan mengurangi dampak lingkungan.

Selain itu, daerah ini menjadi contoh digitalisasi bantuan sosial nasional, yang mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat rentan.

Kolaborasi digital ini memberikan data real‑time bagi pemerintah pusat dan membuka ruang bagi analisis berbasis data.

Pengembangan pertanian organik di Banyuwangi menekankan penggunaan pupuk alami dan teknik konservasi tanah, selaras dengan agenda ketahanan pangan UNDP.

Program UMKM Naik Kelas mendukung pelaku usaha mikro untuk meningkatkan produktivitas melalui pelatihan dan akses pasar digital.

Ipuk menegaskan komitmen Pemkab Banyuwangi untuk terus membuka peluang kerja sama lintas sektor demi percepatan pembangunan.

“Kami sangat terbuka jika ada peluang kolaborasi yang dapat memberi manfaat lebih luas,” tegas Bupati dalam pernyataan resmi.

Diskusi juga mencakup potensi pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan teknis dan beasiswa yang didukung UNDP.

Peningkatan kapasitas tenaga kerja diharapkan memperkuat ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.

Pada sisi lingkungan, penanganan sampah laut bersama komunitas lokal menambah nilai tambah bagi konservasi pesisir.

Upaya tersebut didukung oleh pendanaan internasional dan teknologi monitoring yang dipasok oleh partner luar negeri.

UNDP menilai bahwa integrasi antara inovasi daerah dan agenda global dapat mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals di wilayah tersebut.

Pertemuan ini menjadi sinyal awal bagi perluasan jaringan kolaborasi internasional yang dapat memperkaya program pembangunan Banyuwangi.

Kedepannya, kedua pihak berkomitmen menyusun rencana aksi terperinci untuk mengimplementasikan proyek‑proyek prioritas dalam jangka menengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.