Media Kampung – 01 April 2026 | Bulog Banyuwangi menyalurkan bantuan pangan ke Dusun Sukamade pada 31 Maret 2026, meliputi alokasi bulan Februari dan Maret 2026. Distribusi ditujukan bagi warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.
Operasi menghadapi medan yang sangat menantang, karena jalan menuju Dusun Sukamade sempit, curam, dan sering tidak dapat dilalui saat musim hujan. Tim logistik menggunakan kendaraan 4×4 serta panduan lokal untuk menembus area tersebut.
Sebanyak 641 penerima manfaat menerima bantuan, termasuk 157 rumah tangga di Dusun Sukamade dan sisanya di Dusun Krajan. Setiap penerima mendapat paket berisi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Bantuan tiba tepat waktu meski ada hambatan logistik, memungkinkan keluarga menerima pasokan sebelum musim tanam dimulai. Pejabat setempat mengawasi proses penyerahan untuk menjamin transparansi.
Warga menyampaikan rasa terima kasih, menekankan pentingnya dukungan pemerintah bagi desa terpencil. Salah satu penerima mengucapkan terima kasih kepada Prabowo selaku kepala Bulog banyuwangi serta pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Penyaluran ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dikelola Perum BULOG, bertujuan menstabilkan harga bahan pokok dan meringankan beban ekonomi di daerah terpencil. Dana program dialokasikan tahunan oleh Kementerian Pertanian.
Di Banyuwangi, program serupa juga mendukung desa‑desa lain yang menghadapi tantangan akses, memperkuat komitmen pemerintah terhadap pembangunan inklusif. Kantor wilayah berencana melakukan distribusi lanjutan dalam beberapa bulan ke depan.
Alokasi Februari‑Maret merupakan kelanjutan penyaluran bulanan yang dimulai awal 2024, menargetkan keluarga di bawah garis kemiskinan. Penerima dipilih berdasar data Survei Sosial‑Ekonomi Nasional.
Otoritas setempat melaporkan bahwa distribusi mengurangi ketidakamanan pangan segera dan membantu menstabilkan pola konsumsi rumah tangga. Indikator awal menunjukkan perbaikan ringan pada status gizi.
Keberhasilan penyaluran memperlihatkan koordinasi antara Bulog, pemerintah kabupaten, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi mencakup pemetaan rute, penempatan stok sebelumnya, serta komunikasi real‑time.
Kritik sebelumnya mengangkat isu keterlambatan distribusi di wilayah berbukit, namun operasi terbaru membuktikan bahwa hambatan dapat diatasi dengan perencanaan matang. Pengetahuan lokal terbukti krusial.
Pemerintah menegaskan bantuan pangan bersifat sementara sementara solusi jangka panjang seperti pembangunan infrastruktur dan program mata pencaharian terus digalakkan. Pembangunan jalan sedang dibahas.
Mengingat daerah ini rentan terhadap banjir musiman, menjaga rantai pasokan yang handal tetap menjadi prioritas Bulog dan administrasi setempat. Pemantauan berkelanjutan akan menjadi dasar alokasi selanjutnya.
Dampak bantuan Februari‑Maret diperkirakan men支支>
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan