Media Kampung – 01 April 2026 | Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, memberikan penghargaan Pegawai Teladan kepada dua petugas pada Selasa, 31 Maret 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan sebagai pengakuan atas kontribusi signifikan mereka dalam pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi.
Upacara berlangsung di lingkungan Lapas Banyuwangi dengan suasana khidmat.
Dua pegawai yang menerima penghargaan ditilai memiliki dedikasi tinggi dalam mengelola dan mengembangkan SAE Paswangi sebagai sarana pembinaan mandiri bagi warga binaan.
Penilaian didasarkan pada observasi kinerja lapangan oleh Kepala Lapas.
Ia menekankan bahwa para petugas menunjukkan inisiatif, komitmen, dan tanggung jawab yang melampaui tugas rutin.
“Prestasi adalah sesuatu yang dilakukan di luar kewajiban rutin,” kata Wayan.
“Kedua pegawai ini telah membuktikannya melalui kerja nyata, ide-ide segar, dan dedikasi tinggi dalam membangun SAE Paswangi.”
SAE Paswangi merupakan bagian penting dari program pembinaan warga binaan di Lapas Banyuwangi.
Program tersebut dirancang untuk mendukung reintegrasi sosial melalui kegiatan produktif dan edukatif.
Kepala Lapas menegaskan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada peran aktif petugas lapangan.
Ia menambahkan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh jajaran pegawai untuk terus meningkatkan kinerja.
Harapan tersebut mencakup dorongan bagi inovasi dan kontribusi positif terhadap organisasi serta masyarakat.
Ia menutup dengan harapan agar semua pegawai Lapas banyuwangi menginternalisasi semangat pengabdian yang tulus.
Penghargaan Pegawai Teladan biasanya diberikan kepada staf yang menunjukkan prestasi luar biasa dalam pelaksanaan tugas.
Penetapan penerima melibatkan evaluasi menyeluruh atas hasil kerja, inisiatif, dan dampak program.
Dalam konteks SAE Paswangi, kedua penerima penghargaan berperan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan kegiatan.
Mereka berhasil mengintegrasikan pendekatan edukatif dengan kegiatan asimilasi yang relevan bagi warga binaan.
Keberhasilan program ini tercermin dalam peningkatan partisipasi warga binaan dalam kegiatan produktif.
Data internal menunjukkan bahwa tingkat kehadiran warga binaan di SAE Paswangi meningkat signifikan setelah intervensi petugas tersebut.
Peningkatan tersebut diyakini berkontribusi pada penurunan tingkat kekambuhan setelah masa tahanan.
Pihak Lapas menilai bahwa pendekatan berbasis pendidikan dan kerja keterampilan merupakan strategi jangka panjang yang efektif.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen Lapas Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas pembinaan.
Langkah tersebut selaras dengan kebijakan nasional yang menekankan pentingnya reintegrasi sosial bagi narapidana.
Penghargaan Pegawai Teladan diharapkan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain.
Dengan menyoroti keberhasilan SAE Paswangi, Lapas Banyuwangi mengirim sinyal positif kepada stakeholder terkait.
Penutupnya, Kepala Lapas mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan penghargaan ini sebagai pijakan menuju perbaikan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan