MediaKampung.com, Banyuwangi โ€“ Permintaan manisan buah asal Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, meningkat tajam selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam kondisi normal, penjualan hanya sekitar satu kuintal per bulan. Tahun ini, volumenya melonjak hampir 30 kali lipat.

Sumiyati, salah satu pedagang setempat, mengaku sudah menjual sekitar tiga ton manisan dalam dua bulan terakhir.

โ€œBiasanya paling banyak satu kuintal per bulan. Sekarang menjelang Lebaran sudah tiga ton yang terjual,โ€ katanya.

Pesanan datang dari pedagang eceran hingga pelanggan lama yang membeli dalam jumlah besar untuk stok Ramadan dan Lebaran. Selain pasar Banyuwangi, permintaan juga datang dari Surabaya, Cirebon, Sidoarjo, dan Probolinggo.

Sumiyati bermitra dengan puluhan perajin manisan di Pesucen. Ia menjual tujuh jenis manisan, yakni pala, tomat, cermei, mangga, asem, pepaya, dan belimbing wuluh.

Harga manisan pala dibanderol Rp35 ribu per kilogram, sedangkan tomat menjadi yang termahal Rp50 ribu per kilogram. Jenis cermei, asem, mangga, dan belimbing wuluh dijual Rp45 ribu per kilogram.

โ€œYang paling laris pala, asem, dan cermei,โ€ ujarnya.

Lonjakan permintaan ini memberi dampak langsung pada perputaran ekonomi warga Pesucen yang dikenal sebagai sentra manisan di Banyuwangi.