Media Kampung – JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa partainya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus hukum yang melibatkan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, kepada aparat penegak hukum. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap perjalanan dinas Nusron ke Malaysia yang bertepatan dengan jadwal pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komitmen Golkar Terhadap Proses Hukum

Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar berkomitmen untuk menghormati setiap proses hukum yang berlangsung. Ia menyatakan, “Partai Golkar tidak akan mencampuri mekanisme penegakan hukum terhadap kadernya tersebut”. Bahlil menekankan pentingnya penegakan hukum di Indonesia dan menyerahkan semua proses kepada hukum yang berlaku.

Polemik Keberangkatan Nusron

Pernyataan ini juga merespons polemik yang muncul akibat keberangkatan Nusron ke Malaysia, yang terjadi pada saat ia dijadwalkan untuk diperiksa oleh KPK. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengonfirmasi bahwa Nusron berangkat melalui Batam, transit di Singapura, sebelum melanjutkan penerbangan ke Malaysia untuk menjalankan agenda kedinasan.

Kehadiran Nusron di KPK

Keberangkatan Nusron ke luar negeri menjadi sorotan karena ia tidak hadir dalam pemeriksaan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pada 15 Oktober 2026. Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengungkapkan bahwa Nusron justru bertolak ke luar negeri saat penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaannya.

Menurut penelusuran MAKI, perjalanan dinas Nusron ke Johor Bahru, Malaysia, dilakukan tanpa mengantongi izin resmi dari Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, Nusron juga tidak menghadiri pertemuan kabinet bersama Presiden Prabowo pada 16 Oktober 2026.

Pentingnya Pemeriksaan

Pemeriksaan terhadap Nusron dinilai sangat penting dalam pengusutan perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan hak guna bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATRBPN. Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan delapan tersangka, di mana empat di antaranya merupakan orang dekat Nusron.