UEFA Desak Transparansi FIFA

Media Kampung – Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah mengirimkan surat desakan kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, berisi 42 pertanyaan penting yang berkaitan dengan kepemimpinan Gianni Infantino. Surat ini dilayangkan pada awal pekan ini dan bertujuan untuk menuntut akuntabilitas terkait berbagai dugaan konflik kepentingan serta ketidakjelasan finansial yang mencuat.

Dalam surat tersebut, UEFA memberikan tenggat waktu dua minggu kepada organisasi tertinggi sepak bola dunia itu untuk memberikan tanggapan resmi. Langkah ini diambil setelah penjelasan lisan yang disampaikan oleh Infantino dalam rapat dewan di Zurich dinilai belum memadai untuk menjawab isu-isu fundamental yang diangkat oleh UEFA.

Isu Proyek Komersial dan Transparansi Finansial

UEFA mengungkapkan keprihatinan atas negosiasi hak komersial turnamen yang dilakukan secara rahasia dengan pihak luar, termasuk Thrive Capital. Mereka mempertanyakan alasan di balik penandatanganan perjanjian eksklusif tanpa konsultasi atau persetujuan dari dewan organisasi. Isu mengenai pertanggungjawaban dana dan gaji pimpinan juga menjadi sorotan dalam dokumen yang diajukan.

Laporan keuangan menunjukkan adanya pembayaran tambahan sebesar 1,3 juta poundsterling di luar gaji pokok 4 juta poundsterling yang tidak tercantum dalam laporan tahunan resmi.

Intervensi Politik dan Kasus Hukum

Kedekatan Infantino dengan tokoh politik Amerika Serikat, termasuk Donald Trump, memicu kecurigaan atas potensi konflik kepentingan. Surat UEFA juga menanyakan secara rinci mengenai pembicaraan terkait peninjauan kembali kasus disiplin pemain bernama Balogun setelah adanya kontak telepon khusus.

Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis, menegaskan pentingnya keterbukaan dan pengawasan dalam setiap keputusan yang diambil oleh pimpinan FIFA. “Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan jawaban segera dan tidak dapat ditunda hingga rapat dewan berikutnya,” ujarnya dalam surat tersebut.

Pelanggaran Aturan dan Integritas Pemilu

Selain itu, UEFA juga mengkritik sejumlah pelanggaran regulasi teknis selama penyelenggaraan turnamen. Hal ini termasuk durasi jeda babak pertama final turnamen dunia yang meningkat hingga 27 menit serta penerapan aturan hydration break yang dilakukan tanpa konsultasi dengan badan pembuat aturan, IFAB.

Keraguan terhadap independensi komite pemilihan jelang pemilihan presiden mendatang diangkat dalam surat tersebut. Hal ini semakin memperlihatkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi FIFA dalam menjaga integritas organisasi.