Media Kampung – Wakil Panglima TNI Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan tugas barunya setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Maruli mengungkapkan bahwa BNPPDT merupakan pengembangan dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan yang sebelumnya berada di bawah Menteri Dalam Negeri. “Jadi memang ini menurut saya ide yang luar biasa. Badan ini sudah ada, jadi badan pengelola perbatasan yang sekarang ad interim itu oleh Mendagri,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan badan ini bertujuan untuk memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan dan daerah terpencil. “Ini dikembangkan lagi karena kebetulan saya beberapa tahun terakhir banyak sekali mengerjakan untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat di daerah-daerah terpencil. Itu yang mungkin jadi ide dari bapak presiden untuk lebih fokus pada masyarakat di perbatasan dan terpencil ini,” tambah Maruli.
Maruli juga menegaskan bahwa BNPPDT bukan lembaga yang berada di bawah TNI meskipun ia menjabat sebagai Wakil Panglima. “Iya, sebenarnya bukan oleh TNI. Badannya memang sudah ada, organisasinya sudah ada dengan penambahan. Selain mengelola perbatasan, ini kenapa nggak kita tingkatkan perekonomian masyarakat daerah tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan nantinya juga dapat dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai kementerian. “Itu kan tidak selalu kami harus mempunyai biaya. Kami bisa membantu mengkoordinasikan ke kementerian desa, kami bantu mungkin kementerian-kementerian yang bisa meningkatkan kehidupan masyarakat di daerah,” kata Maruli.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Panglima TNI, Maruli menyatakan bahwa tugasnya adalah membantu Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. “Kalau wakil panglima ya jelas wakil panglima dalam membantu panglima. Saya kira itu,” tegasnya.
Tugas dan Fokus BNPPDT
Maruli menegaskan bahwa fokus BNPPDT adalah pada kepastian batas wilayah dengan negara tetangga dan peningkatan ekonomi masyarakat. “Kepastian pengelolaan perbatasan itu jelas penting, sehingga perbatasan kita dengan negara tetangga bisa kita pastikan secara terus menerus. Masih banyak titik perbatasan yang perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pihak terkait,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pembentukan badan dalam format baru tersebut adalah hasil diskusi mengenai efektivitas pengelolaan perbatasan. “Ya mungkin itu hasil dari diskusi-diskusi, bahwa selama ini kenapa tidak diefektifkan seperti itu, lebih fokus. Badannya kan sudah ada, kenapa tidak diefektifkan sekalian, karena tidak semua orang mungkin sampai di perbatasan-perbatasan itu,” kata Maruli.
Maruli dilantik sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala BNPPDT berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105/TNI Tahun 2026. Pada saat bersamaan, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita juga dilantik menjadi KSAD berdasarkan Keppres Nomor 106/TNI Tahun 2026.













