Media Kampung – 11 April 2026 | Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf publik setelah target mengangkat pencak silat ke ajang Olimpiade belum tercapai.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Istana Negara, di mana Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memajukan olahraga tradisional nasional.

Silat, seni bela diri khas Indonesia, telah menjadi cabang resmi Asian Games sejak 2018, namun masih belum masuk dalam program Olimpiade.

Upaya memasukkan silat ke dalam daftar olahraga Olimpiade telah berlangsung selama beberapa siklus, namun persetujuan International Olympic Committee (IOC) belum terwujud.

Prabowo menambahkan bahwa proses tersebut melibatkan evaluasi teknis, standar keamanan, dan penyusunan regulasi yang sejalan dengan kriteria IOC.

Ia juga menyoroti perlunya dukungan infrastruktur, pelatihan atlet, serta sistem pengawasan doping yang memadai untuk memenuhi standar internasional.

Sebagai kepala negara, Prabowo mengakui bahwa pencapaian ini memerlukan sinergi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga, Persatuan Pencak Silat Indonesia (PERSI), serta lembaga terkait lainnya.

“Saya minta maaf kepada seluruh pecinta silat karena belum bisa mewujudkan impian bersama,” ujar Prabowo dalam nada yang tenang namun tegas.

Ia menegaskan bahwa permohonan maaf bukan berarti menyerah, melainkan menjadi motivasi untuk memperkuat strategi jangka panjang.

Pemerintah berencana mengadakan turnamen internasional berstandar IOC pada tahun 2025 sebagai langkah persiapan bagi Olimpiade 2028.

Turnamen tersebut diharapkan dapat menampilkan regulasi kompetisi yang konsisten, penilaian yang transparan, dan partisipasi atlet dari lebih dua puluh negara.

Selain itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan meningkatkan beasiswa bagi atlet silat berpotensi tinggi serta memperluas jaringan pelatihan di seluruh provinsi.

Analisis pakar olahraga menunjukkan bahwa faktor politik, pemasaran, dan persepsi global terhadap silat menjadi tantangan tambahan yang harus diatasi.

Sejarawan budaya menambahkan bahwa pengakuan internasional terhadap silat dapat meningkatkan citra budaya Indonesia di panggung dunia.

Meski target belum tercapai, Prabowo menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menyelaraskan silat dengan standar Olimpiade demi kebanggaan bangsa.

Kondisi ini mencerminkan dinamika proses internasionalisasi olahraga tradisional, di mana keberhasilan bergantung pada kerja sama lintas sektoral dan konsistensi kebijakan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.