Media Kampung – 07 April 2026 | Jusuf Kalla dan Rismon Sianipar kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan terkait kasus ijazah Presiden Joko Widodo.

Pihak tim Kalla menyatakan keheranan mereka atas laporan polisi yang menuduh mantan Wakil Presiden tersebut terlibat dalam pembiayaan penyelidikan ijazah.

Menurut pernyataan resmi, tidak ada bukti yang mengaitkan Kalla dengan upaya memanipulasi dokumen akademik presiden.

Rismon Sianipar, jurnalis yang sempat menyiarkan video tuduhan, kemudian membantah bahwa ia pernah menuduh Kalla secara langsung.

Dalam klarifikasi singkat, Sianipar menyebut bahwa video tersebut diinterpretasikan secara keliru dan tidak mencerminkan niatnya.

Tim Kalla menuduh Rismon berusaha menutup jejak dengan mengubah narasi setelah laporan polisi diterima.

“Kami tidak akan tinggal diam bila nama kami dijadikan alat politik,” ujar Heru Subagia, juru bicara Kalla, menambahkan bahwa Rismon menggali kuburannya sendiri.

Subagia menegaskan bahwa tuduhan pembiayaan kasus ijazah tidak memiliki dasar hukum maupun faktual.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait laporan yang diajukan, namun belum ada penetapan tersangka.

Penyelidikan itu mencakup pemeriksaan dokumen akademik Jokowi serta jejak finansial yang mungkin terlibat.

Sementara itu, Rismon menolak semua spekulasi bahwa ia menerima tekanan atau imbalan untuk menuduh Kalla.

Ia menegaskan komitmen jurnalistiknya tetap independen dan berlandaskan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pengamat politik menilai perseteruan ini mencerminkan dinamika persaingan kekuasaan di antara elit politik Indonesia.

Mereka menambahkan bahwa isu ijazah Jokowi telah menjadi bahan bakar bagi pihak-pihak yang ingin melemahkan legitimasi kepresidenan.

Kasus ini juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan klaim belum terverifikasi secara cepat.

Sejumlah netizen menilai bahwa publik harus menunggu hasil resmi penyelidikan sebelum menilai pihak manapun.

Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari kantor Presiden mengenai keabsahan ijazah yang dipertanyakan.

Situasi tetap berkembang, dan semua pihak diharapkan menunggu proses hukum serta klarifikasi resmi sebelum melanjutkan perdebatan publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.