Media Kampung – 06 April 2026 | Yogyakarta, 6 April 2026 – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada Minggu malam. Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi Haedar Nashir menyampaikan pesan penting mengenai persatuan bangsa dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Haedar Nashir menegaskan bahwa Indonesia harus tetap bersatu menghadapi tantangan eksternal, khususnya terkait konflik di Palestina yang terus memanas. Ia menambahkan bahwa solidaritas terhadap rakyat Palestina merupakan bagian integral dari komitmen moral dan kemanusiaan Indonesia.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menyoroti pentingnya membangun generasi bangsa yang unggul, yang mampu berperan aktif dalam mempertahankan kedaulatan dan nilai-nilai Pancasila. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan semangat kebangsaan sejak dini melalui pendidikan yang berkarakter.

Ahmad Muzani menyambut baik seruan tersebut dan menegaskan bahwa lembaga MPR siap mendukung setiap inisiatif yang memperkuat persatuan serta menegakkan keadilan internasional. Ia menekankan peran MPR sebagai wadah dialog nasional yang inklusif dalam merumuskan kebijakan luar negeri yang berpihak pada perdamaian.

Kedua tokoh menekankan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak sekadar retorika, melainkan harus diwujudkan melalui langkah konkret, termasuk dukungan diplomatik, bantuan kemanusiaan, dan tekanan internasional terhadap agresi yang terus berlanjut. Haedar Nashir mencontohkan pentingnya koordinasi antar lembaga agama dan negara dalam upaya tersebut.

Haedar Nashir juga menyinggung peran organisasi keagamaan dalam memperkuat persatuan nasional, menyatakan bahwa nilai-nilai Islam yang moderat dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan toleransi antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama adalah fondasi kuat bagi stabilitas politik dan sosial.

Muzani menambahkan bahwa MPR akan memperhatikan aspirasi rakyat melalui rapat paripurna dan sidang khusus yang membahas isu-isu strategis, termasuk kebijakan luar negeri yang berlandaskan pada prinsip non-intervensi dan penghormatan hak asasi manusia. Ia berharap sinergi antara lembaga legislatif dan ormas dapat menghasilkan keputusan yang lebih efektif.

Sebagai contoh konkret, Haedar Nashir mengusulkan pembentukan koalisi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, LSM, serta jaringan komunitas Muslim untuk menggalang dana bantuan medis bagi warga Palestina yang terdampak. Ia menekankan bahwa bantuan tersebut harus bersifat berkelanjutan dan terkoordinasi dengan lembaga internasional.

Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi kedua pemimpin untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam agenda perdamaian dunia, termasuk partisipasi aktif dalam konferensi PBB dan forum regional. Haedar Nashir menyatakan bahwa Indonesia harus menjadi suara yang konsisten dalam menolak segala bentuk penjajahan dan penindasan.

Dengan pesan persatuan dan dukungan tegas kepada Palestina, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat bersatu dalam semangat kebangsaan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Pertemuan ini menutup rangkaian silaturahmi yang meneguhkan tekad bersama untuk menegakkan keadilan dan perdamaian.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.