Media Kampung – 06 April 2026 | Muscab VI DPC PKB Banyuwangi digelar pada Minggu, 5 April 2026 di Hotel Santika, dan delapan nama calon Ketua Dewan Tanfidz resmi diumumkan.
Acara berlangsung tertib dengan agenda plenary, laporan pertanggungjawaban, pembahasan program kerja, serta penetapan mekanisme pemilihan.
Peserta meliputi kader dari berbagai tingkatan serta tokoh nasional dan daerah, menegaskan pentingnya pertemuan ini bagi partai.
Dr. Hj. Anggia Erma Rini, anggota DPP PKB, menyampaikan arahan strategis terkait perjuangan partai di tingkat pusat.
Ia menegaskan, “Kita harus memperkuat basis di daerah dan memastikan kepemimpinan yang responsif terhadap aspirasi rakyat.”
H. Badrut Tamam, perwakilan DPW PKB Jawa Timur, menekankan pentingnya solidaritas dan tujuan yang jelas bagi wilayah.
Ia menambahkan, “Soliditas internal menjadi kunci keberhasilan program kami di Banyuwangi.”
Anggota DPR RI dari PKB, H. M. Nasim Khan, hadir menunjukkan perhatian pusat terhadap banyuwangi sebagai basis strategis di Tapal Kuda.
Dukungan juga datang dari legislatif provinsi dan tokoh NU, termasuk Ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudzi.
Jajaran pengurus DPC PKB Banyuwangi lengkap, mulai dari Dewan Syura yang dipimpin KH. Abdul Ghoffar LZ hingga Ketua Dewan Tanfidz Nur Faizin.
Muscab melibatkan pengurus DPAC se-Banyuwangi, kader akar rumput, serta para alim ulama.
Awalnya DPP PKB menyiapkan tujuh calon: Hj. Ma’mulah Harun, Arvy Rizaldy, H. Muhammad Ali Mahrus, H. Susiyanto, Inayanti Kusumasari, Dr. Zaki Al Mubarok, dan Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah.
Pada saat sidang, peserta DPAC secara serempak mengusulkan satu nama tambahan, KH. Moh. Ali Makki (Gus Makki).
Usulan tersebut langsung ditanggapi oleh Dr. Hj. Anggia Erma Rini yang memimpin sidang pleno.
Ia menyatakan, “Ada tambahan satu nama yang diusulkan oleh peserta Muscab, yakni Kiai Haji Ali Makki Zaini.”
Setelah persetujuan forum, KH. Moh. Ali Makki resmi masuk daftar, menjadikan total delapan kandidat.
KH. Moh. Ali Makki menjadi kandidat paling didukung oleh akar rumput, menandakan dorongan perubahan kepemimpinan berbasis kultural.
Muscab VI tidak sekadar agenda rutin, melainkan arena konsolidasi dan penentuan arah strategis partai.
Dengan komposisi calon yang beragam—legislatif, struktural partai, dan tokoh ulama—persaingan diperkirakan ketat dan penuh strategi.
Pengamat politik berpendapat hasil pemilihan akan memengaruhi arah PKB di Banyuwangi selama lima tahun ke depan.
Acara ini juga menegaskan upaya partai menyelaraskan dinamika lokal dengan tujuan nasional, terutama menjelang pemilu mendatang.
Analisis menunjukkan ketua Dewan Tanfidz yang terpilih akan berperan penting dalam mobilisasi basis pemilih di wilayah Tapal Kuda.
Pusat partai terus memantau proses ini dan memberikan panduan untuk menjaga transparansi.
Masyarakat Banyuwangi menantikan pemimpin yang dapat memperkuat posisi PKB di Jawa Timur.
Musyawarah ditutup dengan seruan untuk persatuan dan komitmen terhadap simbol partai, menyiapkan langkah selanjutnya menuju pemilihan internal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan