Media Kampung – 05 April 2026 | Tito Karnavian, Kasatgas Badan Penanggulangan Bencana Nasional, tiba di Aceh Tamiang untuk meninjau kondisi pengungsi pasca banjir.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana dan pembangunan hunian tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
Kunjungan tersebut mencakup pengecekan lokasi penampungan sementara yang telah didirikan di beberapa desa terdampak.
Tim penanggulangan bersama aparat setempat melakukan survei fasilitas kesehatan, sanitasi, serta pasokan kebutuhan dasar.
Tito menekankan pentingnya percepatan proses relokasi agar pengungsi tidak terpaksa tinggal lama di tenda.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antar lembaga akan diperkuat untuk menghindari tumpang tindih tugas.
Pemerintah daerah Aceh Tamiang menyampaikan data sementara bahwa lebih dari 2.500 jiwa masih berada di penampungan darurat.
Jumlah tersebut mencakup keluarga yang kehilangan rumah akibat tanah longsor dan banjir bandang.
Dalam rapat singkat, Tito meminta agar distribusi bantuan logistik diprioritaskan ke wilayah yang paling terdampak.
Ia juga meminta agar proses verifikasi data korban dilakukan secara akurat untuk menghindari penyalahgunaan.
Gubernur Aceh Tamiang, Irwandi Yusuf, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan dukungan penuh.
Ia mengungkapkan kesiapan pemerintah provinsi untuk mengalokasikan dana khusus bagi pembangunan rumah permanen.
Ia menambahkan bahwa rumah susun darurat akan dipasang di area yang strategis dan mudah diakses.
Tim PRR bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memantau progres pembangunan secara berkala.
Para pengungsi yang hadir menyampaikan harapan mereka agar bantuan dapat segera sampai tanpa kendala.
Salah satu warga, Ahmad Zaki, mengatakan bahwa keluarganya sudah menunggu selama dua minggu untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Ia berharap proses relokasi tidak berlarut-larut dan dapat memperbaiki kondisi kehidupan mereka.
Tito menyampaikan bahwa pemerintah pusat siap menyalurkan bantuan tambahan bila diperlukan.
Ia menegaskan bahwa setiap daerah yang terdampak harus mendapatkan respons cepat dan tepat sasaran.
Selain penanganan hunian, tim juga meninjau program pemberdayaan ekonomi bagi para pengungsi.
Pembentukan kelompok usaha mikro diharapkan dapat membantu pemulihan mata pencaharian.
Langkah tersebut selaras dengan program rehabilitasi pascabencana yang telah dijalankan BNPB sejak awal tahun.
Dalam pertemuan, Tito menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan kembali.
Ia menegaskan bahwa partisipasi warga akan meningkatkan efektivitas program pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen menyiapkan lahan strategis untuk pembangunan rumah permanen.
Penetapan lokasi akan mempertimbangkan faktor keamanan, akses jalan, dan kedekatan dengan fasilitas umum.
Secara keseluruhan, kunjungan Tito diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan kondisi pengungsi dapat segera membaik.
Situasi saat ini masih menuntut perhatian intensif demi mengurangi beban korban.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memantau dan menindaklanjuti setiap langkah penanganan.
Kondisi pengungsi di Aceh Tamiang diperkirakan akan membaik dalam waktu dekat berkat upaya terpadu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan