Media Kampung – 04 April 2026 | Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi, menyatakan alasan utama kunjungan ke Indonesia melibatkan pertemuan dengan tokoh‑tokoh politik senior. Ia menekankan pentingnya memperdalam kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Pertemuan pertama dilakukan dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta pada awal bulan ini. Diskusi difokuskan pada peningkatan investasi Iran di sektor pertanian dan energi.
Selanjutnya, Boroujerdi bertemu dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak meninjau program pertukaran budaya dan pendidikan.
Pada minggu yang sama, Duta Besar juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Topik utama meliputi kerja sama di bidang energi nuklir damai dan teknologi bersih.
Duta Besar menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi Iran untuk memperkuat hubungan strategis dengan negara‑negara non‑barat. Ia menambahkan, “Kita harus membangun kemitraan yang saling menguntungkan, bukan sekadar formalitas.”
Ia menyoroti potensi perdagangan bilateral yang mencapai lebih dari US$1,2 miliar pada tahun lalu. Kedua negara berupaya meningkatkan volume perdagangan menjadi US$2 miliar dalam lima tahun mendatang.
Iran mengharapkan dukungan Indonesia dalam forum internasional terkait sanksi ekonomi. Sebagai imbalannya, Iran bersedia berbagi teknologi pengolahan gas alam dan mineral.
Selain ekonomi, kedua negara membahas keamanan regional, khususnya di kawasan Indo‑Persian Gulf dan Laut Cina Selatan. Kesepakatan awal mencakup pertukaran intelijen anti‑terorisme.
Duta Besar juga menyinggung kepentingan bersama dalam mengatasi perubahan iklim. Iran menawarkan pengalaman dalam produksi energi terbarukan, sementara Indonesia menyoroti program hutan mangrove.
Pertemuan dengan JK menghasilkan kesepakatan pilot proyek pertanian berkelanjutan di provinsi Jawa Barat. Proyek tersebut akan melibatkan perusahaan Iran dalam penyediaan pupuk organik.
Diskusi dengan Megawati menekankan pentingnya peningkatan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di universitas Iran. Program ini diharapkan melahirkan tenaga ahli di bidang teknik kimia.
Dengan Jokowi, pembicaraan beralih ke kerjasama infrastruktur, termasuk pembangunan jalur kereta cepat dan pelabuhan. Iran menawarkan pembiayaan melalui lembaga keuangan negara.
Seluruh rangkaian pertemuan mencerminkan strategi Iran untuk memperluas jaringan diplomatik di Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia menanggapi positif, menyatakan kesiapan melanjutkan dialog.
Kedepannya, kedua negara akan menyusun memorandum of understanding yang mencakup bidang perdagangan, energi, dan keamanan. Langkah ini diharapkan memperkuat kemitraan jangka panjang antara Iran dan Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








Tinggalkan Balasan