Media Kampung – 04 April 2026 | Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan belasungkawa resmi atas tewasnya tiga anggota TNI yang tengah bertugas di Lebanon pada hari Jumat, 3 April 2026.
Ia menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban serta menyiapkan bantuan material dan psikologis.
Gibran menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan telah diminta menyusun laporan lengkap mengenai insiden serangan Israel yang menewaskan Kapten Infantri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
Presiden Joko Widodo sebelumnya menyampaikan duka mendalam dalam pernyataan pribadi di rumahnya, menekankan pentingnya penghormatan terhadap jasa para prajurit.
Wapres menegaskan bahwa langkah selanjutnya akan melibatkan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar RI di Beirut dan perwakilan militer di wilayah tersebut.
Ia juga menyoroti perlunya memperkuat prosedur keamanan bagi personel UNIFIL dalam menjalankan misi perdamaian.
Dalam konteks kebijakan luar negeri, Gibran merujuk pada arahan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang menekankan diplomasi proaktif.
Prabowo menekankan pentingnya menggalang dukungan internasional melalui Perserikatan Bangsa‑Bangsa untuk menuntut pertanggungjawaban Israel.
Gibran menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengajukan resolusi di Dewan Keamanan PBB.
Ia menambahkan bahwa Indonesia akan memperkuat aliansi strategis dengan negara‑negara sahabat di Timur Tengah dalam upaya mengamankan personel perdamaian.
Wapres juga menegaskan bahwa proses penyelidikan akan melibatkan tim ahli militer, intelijen, dan hukum internasional.
Tim tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi faktor‑faktor teknis yang menyebabkan kerentanan pasukan Indonesia di zona konflik.
Gibran menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan dipublikasikan kepada publik untuk menjaga transparansi.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri akan memperkuat dialog bilateral dengan pemerintah Israel guna menuntut klarifikasi resmi.
Selain itu, Gibran menekankan pentingnya meninjau kembali protokol evakuasi bagi personel UNIFIL yang berada di wilayah rawan tembak.
Ia menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk menyusun skenario evakuasi yang lebih cepat dan aman.
Wapres juga mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai kontributor pasukan perdamaian terbesar di Asia Tenggara, harus menegakkan standar keselamatan tertinggi.
Ia menyampaikan komitmen untuk meningkatkan pelatihan dan peralatan bagi pasukan Indonesia yang ditempatkan di misi internasional.
Gibran menutup pernyataannya dengan harapan agar korban dapat beristirahat dalam damai dan keluarga mereka diberikan kekuatan.
Ia menegaskan bahwa semangat pengabdian tiga prajurit akan terus dikenang dalam setiap kebijakan pertahanan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan