Media Kampung – 01 April 2026 | Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan belasungkawa pada Senin 15 September 2025 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, atas tewasnya tiga prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, yang tewas akibat serangan Israel yang menargetkan posisi pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Doli menegaskan bahwa selain kehilangan institusi militer, kematian ini menimbulkan beban berat bagi keluarga, khususnya anak-anak yang harus tetap bersekolah dan tumbuh tanpa ayah.

“Negara harus memberikan penghargaan tinggi kepada almarhum dan menjamin masa depan anak-anak korban, terutama dalam bidang pendidikan,” ujarnya pada Rabu 1 April.

Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi militer, melainkan masalah kemanusiaan yang memerlukan dukungan sosial dan ekonomi dari pemerintah.

Doli menyerukan persatuan nasional untuk mendukung langkah tegas terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional serta Konvensi Jenewa.

Pelanggaran utama mencakup tindakan genosida, pendudukan ilegal, pembangunan permukiman tanpa izin, serangan terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan, serta penggunaan kekuatan berlebihan.

Doli menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara berdaulat, harus mengutuk keras aksi tersebut karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga mengusulkan peninjauan kembali peran Indonesia di Board of Peace (BoP), menyatakan bahwa serangan terhadap prajurit TNI menodai nilai perdamaian yang seharusnya dijunjung.

Sebagai anggota DPR, Doli mengajak rekan-rekan legislatif untuk mendorong pemerintah mengambil langkah konkret dan meningkatkan koordinasi dengan PBB dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Ia mengingatkan bahwa krisis ini tidak hanya menekan ekonomi nasional, tetapi juga menelan nyawa, termasuk prajurit TNI yang gugur.

Pemerintah menanggapi dengan menyatakan akan meninjau kebijakan dukungan sosial bagi keluarga korban serta memperkuat posisi diplomatik Indonesia di forum internasional.

Dengan menekankan jaminan pendidikan dan kesejahteraan bagi anak-anak prajurit yang gugur, Golkar berharap negara dapat memberikan perlindungan yang memadai sekaligus memperkuat komitmen terhadap perdamaian global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.