Media Kampung – 01 April 2026 | Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera menata ulang prioritas fiskal setelah pemotongan anggaran pusat menekan keuangan daerah.

Situasi fiskal yang menantang menuntut respons cepat agar program pembangunan tidak terhambat dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Ayub menekankan pentingnya pertemuan antara Bupati, tim anggaran, dan Badan Anggaran (Banggar) untuk menilai kembali program yang bersifat prioritas dan yang dapat ditunda.

Ia menambahkan bahwa realokasi anggaran menjadi langkah wajib mengingat sebagian besar dana daerah kini bergantung pada alokasi pusat yang berkurang.

Fokus utama yang disorot adalah pengelolaan aset daerah; Ayub meminta BPKAD menginventarisasi seluruh aset milik pemkab, terutama yang tidak produktif atau “tidur”.

Ayub menyarankan kolaborasi dengan pelaku usaha, contohnya memanfaatkan tren kafe di Jember untuk mengaktifkan ruang komersial yang selama ini tidak terpakai.

Ia juga menegaskan perlunya pengawasan ketat agar aset tidak berpindah tangan secara ilegal, mengingat potensi kerugian fiskal yang besar.

Langkah-langkah tersebut dianggap penting untuk memperkuat jaringan pengaman sosial, terutama menjelang kemungkinan kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok.

Selain itu, Ayub mengingatkan bahwa posisi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) harus tetap dipertahankan tanpa terpengaruh oleh pemotongan anggaran.

Ia menyoroti peran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam menutup celah retribusi dan memastikan target penerimaan tidak terganggu.

Ayub menegaskan daerah tidak dapat mengandalkan sepenuhnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, sehingga pendapatan asli daerah (PAD) harus ditingkatkan.

Dengan mengoptimalkan aset tidur dan menegakkan disiplin pengelolaan pendapatan, Pemkab Jember diharapkan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Penguatan PAD juga diharapkan dapat menambah dana bagi program sosial, pendidikan, dan kesehatan yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Secara keseluruhan, langkah tata ulang prioritas fiskal dan optimalisasi aset diharapkan meningkatkan kemandirian keuangan Jember di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.