Media Kampung – 31 Maret 2026 | Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa gedung Kantor Wakil Presiden di IKN sudah selesai dibangun dan siap ditempati tahun ini. Ia menambahkan bahwa persiapan administratif sedang berlangsung, namun fasilitas fisik telah tersedia sepenuhnya.

Bangunan tersebut dilengkapi dengan jaringan listrik, internet, dan sistem keamanan yang telah diuji. Perabotan sementara juga sudah dipasang untuk mendukung kegiatan operasional awal.

Sekitar lima puluh staf Sekretariat Wakil Presiden telah dipindahkan ke IKN guna menyiapkan prosedur kerja. Penempatan mereka mencakup tim IT, logistik, dan administrasi.

Basuki menegaskan bahwa meski masih dalam fase persiapan, tidak ada hambatan struktural untuk penggunaan kantor. Ia menilai kesiapan ini mempercepat agenda transisi pusat pemerintahan.

Secara pribadi, Basuki juga telah menetap di IKN, menunjukkan komitmen terhadap proses relokasi. Kehadiran pejabat tinggi di kawasan inti dianggap penting bagi percepatan pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi II DPR dan Menteri Dalam Negeri di Kompleks Parlemen Senayan. Dalam pertemuan itu, Basuki menekankan target penggunaan kantor sebelum akhir tahun.

Ia memperkirakan bahwa Gibran Rakabuming Raka dapat mulai bekerja dari IKN dalam hitungan bulan mendatang. Hal ini tergantung pada finalisasi dokumen resmi dan penyesuaian jadwal kerja.

Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri mencakup aspek keamanan, transportasi, dan akomodasi bagi tim wakil presiden. Langkah ini memastikan kelancaran operasional sejak hari pertama.

Istana Wakil Presiden di IKN mencakup ruang rapat, ruang kerja pribadi, serta fasilitas konferensi video berstandar internasional. Desain interior dirancang untuk fleksibilitas dan efisiensi penggunaan ruang.

Perabotan permanen dijadwalkan tiba pada kuartal akhir 2026, sementara perabotan sementara akan diganti secara bertahap. Proses pergantian akan dilakukan tanpa mengganggu aktivitas harian.

Kedatangan Gibran di IKN diprediksi akan mempercepat relokasi kementerian lain ke ibu kota baru. Kehadiran pejabat eksekutif di lokasi utama menegaskan komitmen pemerintah terhadap IKN.

Basuki juga mencatat bahwa investasi swasta di IKN telah melampaui Rp 70 triliun, menandakan kepercayaan pelaku ekonomi pada proyek tersebut. Aliran dana ini memperkuat penyelesaian infrastruktur pendukung.

Ia menyatakan keyakinan bahwa kehadiran Gibran secara rutin akan meningkatkan sinergi kebijakan antara pusat dan daerah. Hal ini diharapkan memperkuat fungsi IKN sebagai pusat pemerintahan nasional.

Rencana pemerintah menargetkan penyelesaian semua kompleks inti pemerintahan, termasuk gedung DPR dan KPU, pada akhir 2026. Kantor Wakil Presiden menjadi salah satu tonggak penting dalam jadwal tersebut.

Beberapa pengamat mengkritik kecepatan relokasi, mengingat tantangan logistik dan kesiapan penduduk lokal. Pihak otorita menanggapi bahwa semua tahapan berada pada jalur yang telah ditetapkan.

Dengan bangunan yang sudah siap, staf yang telah hadir, dan dukungan lintas kementerian, Basuki berharap Gibran dapat mulai beraktivitas di IKN sebelum tahun berakhir. Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa kehadiran wakil presiden akan mempercepat transformasi ibu kota.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.