Media Kampung – 30 Maret 2026 | Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa sejak awal penanganan bencana di Sumatera, ia menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan lapangan intensif.

Penugasan tersebut menuntutnya menghabiskan tiga hingga empat hari dalam seminggu berkeliling provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sekaligus memimpin tim percepatan rehabilitasi pascabencana.

Tito mengungkapkan bahwa perintah itu sudah berlaku sejak 29 November, jauh sebelum penunjukannya resmi sebagai Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Kunjungan pertamanya tercatat pada 6 Maret 2026 ketika ia memeriksa lokasi huntara di Pidie Jaya, Aceh, bersama tim satgas pemulihan.

Selama tur, Tito menghadapi tantangan geografis yang berat, termasuk medan hutan lebat dan infrastruktur yang masih rusak akibat gempa dan banjir.

Ia menyebut bahwa undangan rapat Komisi II DPR kadang tiba melalui pesan WhatsApp hanya dua hari sebelum agenda, sementara ia sedang berada di lokasi lapangan.

Karena waktu yang singkat, Tito harus menolak kehadiran pada beberapa pertemuan, sambil menegaskan bahwa penolakannya bukan berarti mengabaikan komisi.

“Jika jadwal tidak dapat diundur, saya harus meminta izin karena berada di tengah hutan,” ujar Tito, menegaskan prioritas tugas lapangan.

Ia menambahkan bahwa setiap kali tidak dapat hadir, ia menugaskan tiga wakil menteri untuk menggantikan posisinya dalam rapat-rapat penting.

Tito menegaskan komitmennya untuk tetap menghormati Komisi II DPR, bahkan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran yang terjadi lima kali.

Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tito ke daerah bencana, sekaligus mengungkapkan rasa kangen atas kehadiran fisik sang menteri di Senayan.

Rifqi menambahkan bahwa kehadiran Tito di rapat-rapat selanjutnya diharapkan dapat dipertahankan, meski jadwal lapangan tetap padat.

Tito juga meminta agar undangan rapat disampaikan lebih awal, sehingga timnya dapat menyesuaikan agenda dan menghindari bentrok dengan kegiatan lapangan.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satgas untuk mempercepat pemulihan infrastruktur kritis di wilayah terdampak.

Dalam kunjungan ke Aceh, Tito bertemu dengan kepala daerah setempat, membahas prioritas pembangunan kembali jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan.

Di Sumatera Utara, ia meninjau progres perbaikan rumah tahan gempa dan menilai kesiapan logistik untuk distribusi bantuan makanan.

Di Sumatera Barat, timnya mengevaluasi status rehabilitasi sektor pertanian yang terkena banjir, serta mengidentifikasi kebutuhan bibit dan pupuk.

Tito menegaskan bahwa kolaborasi antara pemda, BUMN, dan lembaga donor harus dipercepat untuk menutup kesenjangan pemulihan antar wilayah.

Pemerintah menargetkan penyelesaian tahap awal rekonstruksi dalam 12 bulan, dengan anggaran yang telah dialokasikan melalui APBN 2026.

Selama Ramadhan, Tito bersama Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, menandai solidaritas dengan warga yang masih dalam proses pemulihan.

Walaupun jadwalnya padat, Tito Karnavian bertekad menyelesaikan misi percepatan rehabilitasi, menjamin bahwa korban bencana di Aceh dan Sumatera dapat kembali ke kehidupan normal secepat mungkin.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.