Media Kampung – 30 Maret 2026 | KH Mohammad Ali Makki Zaini, yang lebih dikenal sebagai Gus Makki, muncul sebagai kandidat utama untuk posisi Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Banyuwangi menjelang Musyawarah Cabang yang direncanakan pada awal April 2026.
Sebagai ulama yang memiliki jaringan luas di kalangan umat dan masyarakat umum, Gus Makki telah lama menjadi tokoh yang diakui dalam bidang keagamaan, sosial, sekaligus politik.
Dukungan terhadapnya mengalir dari beragam elemen, mulai dari badan otonom hingga struktur partai di tingkat akar rumput, menandakan konsolidasi basis yang kuat.
Rekam jejaknya mencakup kegiatan keagamaan, pengabdian sosial, serta partisipasi aktif dalam dinamika politik daerah, menjadikannya figur yang multidimensi.
Gus Makki dikenal mampu menjembatani berbagai kelompok dengan menjaga keseimbangan sosial, suatu kualitas yang dianggap penting dalam konteks masyarakat Banyuwangi yang majemuk.
Muscab PKB Banyuwangi dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 5 April 2026, di Santika Hotel banyuwangi, dengan agenda utama pemilihan ketua DPC.
Menjelang agenda tersebut, dukungan bagi Gus Makki terus menguat dan terkoordinasi, memperkuat posisi tawarnya.
Arif Wijaya, Ketua Dewan Koordinasi Cabang Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (DKC) Garda Bangsa Banyuwangi, menilai Gus Makki memiliki kapasitas lengkap untuk memimpin partai ke depan.
“Gus Makki adalah sosok yang komplet. Beliau mampu menjembatani perbedaan serta menjaga harmoni di tengah masyarakat yang beragam,” ujar Arif pada Minggu (29/3/2026) malam.
Arif menekankan bahwa pengalaman Gus Makki dalam Pilkada Banyuwangi 2024 menjadi indikator kuat atas kemampuan kepemimpinannya.
Selama kontestasi tersebut, Makki menunjukkan gaya kepemimpinan yang inklusif, membumi, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Gus Makki kerap turun langsung ke lapangan, menyapa warga tanpa memandang latar belakang agama atau sosial, memperlihatkan kedekatan nyata dengan publik.
Pendekatan ini dianggap relevan dengan tuntutan politik masa kini yang menuntut kehadiran pemimpin yang dekat dengan konstituen.
Arif menambahkan, “Gaya kepemimpinan yang langsung menyentuh masyarakat menjadi nilai lebih. Ini yang dibutuhkan PKB saat ini,” menegaskan pentingnya interaksi langsung.
Kiprah Makki sebagai pemimpin PCNU Banyuwangi juga menjadi catatan penting, karena ia tidak hanya menjalankan fungsi administratif tetapi juga memberikan contoh moral bagi umat.
Arif memuji kesederhanaan, ketegasan, dan kemampuan Makki beradaptasi dengan perkembangan zaman, menilai kualitas tersebut relevan untuk tantangan sosial modern.
Berbagai kalangan melihat menguatnya dukungan bagi Gus Makki sebagai cerminan aspirasi kader akar rumput yang menginginkan kepemimpinan yang mampu menjaga solidaritas internal sekaligus memperluas basis dukungan.
Dukungan berkelanjutan dari struktur partai tingkat bawah menjadi faktor kunci dalam dinamika Muscab yang akan datang.
Arif menutup dengan menyatakan, “Kami mengusulkan dan mendukung Gus Makki sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi. Harapannya, di bawah kepemimpinannya PKB Banyuwangi dapat kembali mencapai masa kejayaannya,” menegaskan harapan strategis.
Usulan tersebut sejalan dengan strategi partai untuk memperkuat basis regional menjelang pemilihan umum mendatang.
Pengamat politik menilai kombinasi kredibilitas keagamaan dan pragmatisme politik Makki berpotensi menarik pemilih yang masih ragu.
Muscab akan diawasi ketat oleh pejabat partai provinsi, mengingat keputusan kepemimpinan dapat memengaruhi arah kebijakan PKB di tingkat daerah.
Jika terpilih, Gus Makki akan memimpin proses seleksi calon legislatif serta koordinasi kampanye untuk Pemilu 2028.
Kepemimpinannya juga diproyeksikan dapat memengaruhi posisi PKB dalam isu-isu pembangunan wilayah banyuwangi.
Beberapa kritikus memperingatkan risiko ketergantungan pada sosok karismatik dapat memicu potensi perpecahan internal jika tidak dikelola dengan baik.
Namun, momentum saat ini menunjukkan Gus Makki menikmati kepercayaan luas di seluruh lapisan partai.
Musyawarah Cabang pada 5 April akan menjadi penentu apakah popularitasnya dapat diubah menjadi otoritas formal.
Keputusan tersebut akan menentukan arah PKB Banyuwangi dalam menghadapi tantangan politik dan sosial ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan