Media Kampung – Pandeglang – Seorang perangkat desa bernama Muhamad Rifai (43) dari Desa Mekarjaya, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, meninggal dunia secara mendadak saat mengikuti pelatihan registrasi posyandu di Gedung PGRI Kecamatan Majasari pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Sebelum kejadian, Rifai diketahui sempat keluar dari lokasi pelatihan untuk membeli obat masuk angin. Setelah kembali, ia duduk bersama rekan-rekannya di sebuah rumah dekat lokasi kegiatan. Tak lama kemudian, peserta lain menyadari bahwa Rifai tidak bergerak dan duduk dengan kepala tertunduk.

Salah seorang warga sekitar, Enong, menyatakan bahwa Rifai sebelumnya mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak sehat. “Katanya badan lagi enggak enak, terus beli Tolak Angin ke warung. Setelah itu, dia duduk menunduk saja, tapi saat dipegang sudah meninggal,” ujar Enong.

Pihak panitia pelatihan segera menghubungi kepala desa dan keluarga korban. Setelah berkoordinasi, Rifai dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Majasari ke rumah duka.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Bina Masyarakat Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Achmad Taufiq, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Rifai tidak menunjukkan keluhan saat mengikuti dua sesi materi dari narasumber pertama. Namun, ketika narasumber ketiga menyampaikan materi praktik registrasi posyandu melalui telepon seluler, Rifai meminta izin untuk keluar ruangan.

“Saya kira mau ke kamar mandi, ternyata ke warung membeli Tolak Angin. Setelah itu, beliau duduk sambil menunduk dan ternyata tidak bangun lagi,” jelas Taufiq.

Setelah insiden tersebut, pelatihan dihentikan. Hingga kini, belum ada keterangan mengenai penyebab pasti kematian Rifai.