Media Kampung – SERANG – Persita Tangerang berencana melaporkan kericuhan yang terjadi antara suporter saat menghadapi Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Insiden ini menyebabkan 11 orang terluka dan kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria mengungkapkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut setelah diterima. Polisi sedang mengumpulkan rekaman dari kamera pengawas (CCTV) serta video dari anggota kepolisian dan ofisial kedua tim untuk mengungkap penyebab kericuhan.
Menurut Yudha, salah satu dugaan pemicu kericuhan adalah aksi sekelompok orang yang mengambil bendera milik suporter Persija Jakarta atau Jakmania. Namun, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan pihak-pihak yang diduga memprovokasi tersebut.
Yudha juga membantah tudingan bahwa aparat kepolisian meminta suporter untuk masuk ke area stadion yang memicu kericuhan. Ia menjelaskan bahwa petugas masuk ke dalam stadion setelah mendapatkan informasi dari steward yang bertanggung jawab atas keamanan di area tersebut.
“Tidak benar jika disebut kepolisian yang meminta suporter masuk. Peristiwa itu terjadi di dalam stadion. Kami mendapat informasi dari steward yang bertanggung jawab atas keamanan di dalam stadion,” ujarnya.
Saat insiden terjadi, petugas berupaya melerai bentrokan agar situasi kembali kondusif dan pertandingan dapat dilanjutkan. Hingga hari Senin, polisi belum memeriksa pihak manapun terkait insiden tersebut dan masih memprofilkan pihak-pihak yang diduga menjadi provokator.
Rencananya, pihak Persita akan melapor ke Polresta Serang Kota untuk membuat laporan dan menyerahkan sejumlah cuplikan video sebagai bukti. Penyidikan masih dalam tahap pengumpulan informasi dan penelusuran bukti. Kericuhan dilaporkan terjadi saat pertandingan BRI Super League antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta.
Bentrokan dimulai sekitar menit ke-25 babak pertama di area Gate 14, yang diduga dipicu oleh aksi saling ejek dan provokasi melalui yel-yel antarsuporter. Keributan kemudian meluas ke area tribun lain, termasuk Gate 5, 6, dan 7, serta diwarnai dengan aksi saling lempar flare dan batu.













