Media Kampung – 03 April 2026 | Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tiba di rumah duka Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Cimahi, Rabu 1 April 2026, bersama istri dan pejabat tinggi TNI. Kunjungan itu menandai kepastian pemerintah militer memberikan penghargaan khusus kepada prajurit yang gugur di Lebanon.
Kapten Zulmi, 27 tahun, tewas dalam serangan bersenjata di selatan Lebanon saat melaksanakan tugas UNIFIL pada 30 Maret 2026. Ia merupakan bagian dari tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII‑S yang mengawal konvoi CSSU.
Jenderal Subiyanto menyampaikan keputusan memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada Zulmi serta rekan-rekannya yang juga gugur. “Semua pahlawan yang berkorban akan kami hormati dengan kenaikan pangkat sekaligus hak‑hak keuangan,” ujarnya.
Selain KPLB, Subiyanto menjanjikan beasiswa pendidikan sebesar Rp30 juta untuk anak‑anak prajurit yang ditinggalkan. Ia menambahkan alokasi dana Asabri sebesar Rp350 juta dan gaji penuh selama 12 bulan bagi keluarga almarhum.
Juga akan diberikan tunjangan tabungan hari tua yang dihitung sejak masa dinas, menurut pernyataan Panglima. Kebijakan ini diharapkan menstabilkan ekonomi keluarga yang kini kehilangan pencari nafkah utama.
Proses pemulangan jenazah Kapten Zulmi dan dua prajurit lainnya masih berlangsung, kata Subiyanto. “Kami sedang koordinasi dengan otoritas Lebanon untuk memastikan jenazah dapat dibawa pulang secepatnya,” jelasnya.
Tiga prajurit TNI yang gugur merupakan korban serangan yang diduga dilancarkan oleh pasukan Israel, sementara dua lainnya mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit St. George Beirut. Pihak militer menegaskan bahwa UNIFIL tengah melakukan investigasi terhadap insiden tersebut.
Brigjen Romel Jangga Wardhana, komandan Pusdiklatpassus Kopassus, juga hadir di rumah duka bersama istri Kapten Zulmi. Ia mengingatkan Zulmi sebagai prajurit berprestasi yang pernah bertugas bersamanya di Papua.
“Zulmi menunjukkan analisis yang tajam bahkan ketika masih Letnan, dan selalu mendukung operasi kami di daerah konflik,” kata Romel dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa Zulmi juga dikenal taat beribadah, menjalankan puasa dan sholat secara konsisten.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah Al‑Sattari, memberi takziah pada Kamis 2 April 2026. Ia menyampaikan belasungkawa atas nama rakyat Palestina dan menegaskan bahwa almarhum adalah syuhada perdamaian.
“Kapten Zulmi adalah pahlawan bagi bangsa kami; ia gugur di sisi kami dalam upaya menegakkan perdamaian,” ujar Abdulfattah. Ia juga menyerahkan karangan bunga serta syal khas Palestina kepada ayah almarhum.
Dubes menambahkan bahwa serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI juga menargetkan warga Palestina, dan menuduh Israel sebagai pelaku. Ia menyerukan solidaritas internasional terhadap korban di Lebanon dan Palestina.
Keluarga Kapten Zulmi, termasuk istri dan ayahnya, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah dan komunitas internasional. Mereka berharap kebijakan KPLB serta beasiswa dapat meringankan beban ekonomi keluarga.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan komitmen UNIFIL dalam meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti SOP. Ia menutup dengan harapan agar investigasi dapat mengungkap penyebab pasti ledakan.
Sementara itu, masyarakat Cimahi mengadakan doa bersama di masjid setempat untuk menghormati prajurit yang gugur. Acara tersebut dihadiri tokoh agama dan warga setempat sebagai bentuk penghormatan.
Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmen melindungi prajurit yang bertugas di misi perdamaian luar negeri. Kebijakan KPLB diharapkan menjadi contoh penghargaan terhadap pengorbanan mereka.
Secara keseluruhan, kunjungan Panglima TNI, komandan Kopassus, dan Duta Besar Palestina mencerminkan solidaritas nasional dan internasional. Langkah‑langkah konkret berupa kenaikan pangkat, beasiswa, dan tunjangan menegaskan kepedulian negara terhadap keluarga pahlawan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan