Dampak banjir bandang Sumatra kembali meningkat setelah BNPB merilis data terbaru pada Kamis pagi (4/12/2025). Jumlah korban meninggal kini mencapai 776 jiwa, sementara 564 orang masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian secara intensif, terutama di kawasan yang terputus aksesnya dan tertutup material longsor.

Wilayah yang menanggung korban terbanyak adalah Sumatra Utara dengan 299 orang meninggal, disusul Aceh dengan 277 korban, dan Sumatra Barat yang mencatat 200 warga meninggal. Ratusan orang di setiap provinsi juga masih belum ditemukan. BNPB memastikan operasi evakuasi, pencarian, dan pendataan terus dimaksimalkan, terutama di lokasi-lokasi yang masih terisolasi.

Di tengah meningkatnya jumlah korban, pemerintah menegaskan bahwa anggaran penanganan bencana masih berada pada level aman. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa APBN memiliki Dana Siap Pakai (DSP) yang memang dialokasikan khusus untuk situasi darurat. Ia menyebut nilai DSP dalam dua hari terakhir berada di kisaran Rp500 miliar dan dinilai mencukupi untuk menopang percepatan penanganan di lapangan.

Prasetyo menuturkan bahwa Indonesia saat ini masih mampu mengelola dampak bencana tanpa harus mengajukan permintaan bantuan internasional. Meski demikian, pemerintah tetap mengapresiasi simpati dan tawaran dukungan dari negara sahabat.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian teknis dan lembaga terkait menyiapkan kemungkinan penambahan DSP apabila situasi darurat memerlukan tambahan anggaran. Instruksi itu juga ditujukan kepada TNI dan Polri yang berada di garis depan dalam operasi pencarian korban, evakuasi, hingga distribusi logistik kepada para penyintas.

Pemerintah pusat menegaskan seluruh sumber daya nasional akan dikerahkan untuk mempercepat pemulihan, memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, dan memulihkan wilayah yang masih terisolasi. (putri).