Media Kampung – 10 April 2026 | British Ambassador to Indonesia and Timor Leste, Dominic Jermey, visited Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta on 9 April.
Kunjungan berlangsung di Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin di Sedayu, Yogyakarta, dan dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Inggris serta tokoh lokal.
Dalam rangka acara “Award in Action”, Jermey menyerahkan medali emas The Duke of Edinburgh’s International Award kepada para siswa Kader Tingkat 6 Mu’allimin.
Medali tersebut merupakan penghargaan internasional yang mengakui pencapaian kepemimpinan, keterampilan, pelayanan masyarakat, dan petualangan fisik.
Sekitar tiga puluh siswa menerima penghargaan tersebut setelah menyelesaikan program yang menuntut komitmen selama dua tahun.
Jermey menekankan bahwa program ini selaras dengan upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan karakter yang kuat.
“Pendidikan karakter yang Anda terapkan mencerminkan nilai-nilai integritas, keberanian, dan kepedulian yang kami junjung tinggi,” ujar Jermey dalam sambutan singkatnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama lintas budaya dapat memperkaya kurikulum pendidikan di kedua negara.
Pimpinan Madrasah Mu’allimin, KH. Ahmad Zaini, menyambut baik penghargaan tersebut sebagai bukti keberhasilan strategi pendidikan berbasis nilai.
Zaini menegaskan bahwa program karakter Muhammadiyah telah diterapkan sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
“Kami menekankan pembentukan akhlak mulia melalui kegiatan ekstrakurikuler, layanan masyarakat, dan pelatihan kepemimpinan,” jelasnya.
Kegiatan “Award in Action” juga menampilkan demonstrasi proyek layanan masyarakat yang dikerjakan siswa selama program.
Salah satu proyek melibatkan pembersihan sungai Sedayu dan penyuluhan kesehatan bagi warga sekitar.
Proyek tersebut memperoleh pengakuan dari pemerintah daerah sebagai kontribusi nyata terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Kedutaan Besar Inggris mengirim delegasi yang terdiri dari petugas pendidikan dan budaya untuk mendampingi acara.
Delegasi tersebut meninjau fasilitas kampus, termasuk laboratorium teknologi, perpustakaan, dan ruang belajar kolaboratif.
Observasi mereka menyoroti integrasi nilai moral dengan penggunaan teknologi modern dalam proses belajar mengajar.
Sejumlah guru Muhammadiyah mengungkapkan bahwa penghargaan ini memotivasi staf untuk terus meningkatkan standar pengajaran.
Mereka berencana memperluas program Duke of Edinburgh ke jenjang pendidikan menengah pertama dalam dua tahun ke depan.
Program tersebut diharapkan menumbuhkan kemampuan problem solving, ketahanan mental, dan rasa tanggung jawab sosial pada remaja.
Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan dukungan resmi dengan menyatakan acara tersebut sebagai contoh sinergi pendidikan dan diplomasi.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat sistem pendidikan nasional.
Ia menambahkan bahwa nilai karakter yang ditanamkan sejak dini dapat menurunkan tingkat kriminalitas dan meningkatkan produktivitas generasi muda.
Kedutaan Inggris menyatakan komitmen jangka panjang untuk mendukung program-program serupa di Indonesia.
Pihak Kedutaan berencana menyediakan beasiswa bagi siswa yang berhasil meraih tingkat tertinggi dalam program Duke of Edinburgh.
Beasiswa tersebut mencakup biaya kuliah di universitas Inggris serta pelatihan kepemimpinan lanjutan.
Langkah ini sejalan dengan strategi Inggris dalam mempromosikan pertukaran pendidikan dan budaya dengan negara mitra.
Sementara itu, komunitas Muhammadiyah menilai bahwa penghargaan ini meningkatkan citra institusi di tingkat internasional.
Mereka berharap lebih banyak lembaga pendidikan agama dapat mengikuti jejak Madrasah Mu’allimin dalam mengadopsi standar global.
Acara diakhiri dengan foto bersama antara perwakilan Kedutaan, pimpinan madrasah, dan siswa penerima medali.
Secara keseluruhan, kunjungan ini menegaskan keberhasilan pendekatan Muhammadiyah dalam menggabungkan nilai moral dengan kompetensi modern.
Penghargaan Gold Medal Duke of Edinburgh menjadi simbol pengakuan internasional terhadap upaya pendidikan karakter di Indonesia.
Kedepannya, diharapkan kerjasama serupa akan terus memperkaya pengalaman belajar siswa dan memperluas jaringan akademik lintas negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan