Media Kampung – 06 April 2026 | Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meresmikan Taman Kanak‑Kanak ABA Unggulan di Kabupaten Ngawi pada Sabtu 4 April 2026.

Acara peresmian dilaksanakan bersamaan dengan Pengajian Syawal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Ngawi.

Peresmian tersebut menandai komitmen pemerintah dan ormas Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.

Fajar menegaskan bahwa peran keluarga menjadi pondasi utama dalam membentuk kualitas pendidikan anak sejak dini.

“Keluarga adalah lingkungan pertama yang menanam nilai, kebiasaan, dan motivasi belajar pada anak,” ujar Wakil Menteri dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa dukungan orang tua harus bersinergi dengan lembaga pendidikan untuk mencapai standar ABA yang terukur.

Metode ABA (Applied Behavior Analysis) yang diterapkan di TK ini menitikberatkan pada analisis perilaku terstruktur guna meningkatkan keterampilan sosial dan akademik.

Sekolah tersebut dilengkapi dengan tenaga pendidik bersertifikasi ABA serta fasilitas yang mendukung proses pembelajaran interaktif.

Pemerintah Kementerian Pendidikan menargetkan 100 TK ABA Unggulan pada akhir 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.

Kabupaten Ngawi dipilih karena tingkat partisipasi pendidikan dasar yang masih memerlukan peningkatan, khususnya di daerah pedesaan.

Pimpinan Daerah Aisyiyah Ngawi menyambut baik program tersebut dan menegaskan kesiapan masyarakat untuk mendukung inisiatif ini.

Ketua PDA Ngawi, Siti Nurhaliza, menyatakan bahwa kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dapat memperkuat nilai‑nilai moral dalam kurikulum.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memantau perkembangan anak melalui komunikasi rutin dengan guru.

Data Badan Pusat Statistik 2025 menunjukkan bahwa hanya 58 % anak usia 5‑6 tahun di Kabupaten Ngawi yang terdaftar di TK formal.

Dengan hadirnya TK ABA Unggulan, diperkirakan angka partisipasi akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Selain aspek akademik, program ABA juga menargetkan peningkatan kemampuan regulasi emosi dan interaksi sosial anak.

Fajar menutup acara dengan harapan semua pemangku kepentingan dapat menjadikan keluarga sebagai mitra strategis dalam reformasi pendidikan.

Ia mengajak orang tua untuk aktif terlibat dalam kegiatan belajar mengajar serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia di TK ABA Unggulan.

Peresmian ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan pendekatan berbasis ilmu perilaku dengan dukungan keluarga.

Secara keseluruhan, peluncuran TK ABA Unggulan di Ngawi mencerminkan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini melalui sinergi keluarga, lembaga, dan metode ilmiah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.