Media Kampung – 05 April 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi membuka Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 di Airlangga Convention Center, Surabaya, pada Sabtu, 4 April.

Acara tersebut menandai upaya pemerintah provinsi memperkuat ekosistem pendidikan berbasis prestasi dengan menyiapkan ribuan murid terbaik untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Target utama ajang ini adalah memperoleh gelar juara umum pada kompetisi bergengsi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival serta Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

Pemerintah juga menargetkan kemenangan di Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), serta Lomba Debat Indonesia (LDI).

“Harapannya talenta Jawa Timur tidak hanya menonjol di provinsi, tetapi juga berprestasi di tingkat nasional dan melaju ke panggung internasional,” ujar Khofifah.

Gubernur menegaskan pentingnya menyediakan ruang bagi talenta unggul untuk berkembang, karena generasi emas tersebut akan menjadi pendorong kemajuan Jawa Timur dan Indonesia.

Ia menambahkan bahwa apresiasi terhadap murid berprestasi dapat membuka jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Data SNBP 2026 menunjukkan 29.046 siswa Jawa Timur lolos, menjadikannya provinsi dengan jumlah penerimaan terbanyak secara nasional selama tujuh tahun berturut‑turut sejak 2019.

Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 18.365 siswa, sementara Jawa Tengah berada di urutan ketiga.

Keberhasilan ini, kata Khofifah, menegaskan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan dan prestasi di Indonesia.

Ia menyoroti peran pemetaan prestasi yang dilakukan oleh sekolah dan guru sebagai faktor kunci meningkatkan peluang kelulusan SNBP.

Pemetaan tersebut memberikan gambaran tentang peluang, tingkat kompetisi program studi, serta peringkat siswa.

Selain SNBP, Jawa Timur juga memimpin dalam penerimaan peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP‑K), dengan 40.213 pendaftar dan 8.915 yang diterima.

Jumlah ini berada di atas Sumatera Utara, Jawa Barat, Aceh, dan Jawa Tengah.

Khofifah menekankan bahwa program KIP‑K membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dalam akses pendidikan tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 provinsi berhasil meraih empat juara umum dari tujuh ajang prestasi nasional.

“Tahun 2024 kami memperoleh tiga juara umum, dan pada 2025 kembali empat. Target 2026 adalah menjadi juara umum di semua tujuh ajang,” ujar Aries.

Aries memuji dukungan gubernur sebagai faktor penting yang memungkinkan Jawa Timur mempertahankan posisi teratas dalam penerimaan SNBP.

Ia juga melaporkan adanya 206 golden tiket tahun 2026 yang diberikan kepada murid berprestasi melalui jalur kementerian dan pemerintah provinsi.

Golden tiket tersebut belum termasuk penerima dari Kementerian Agama, baik pesantren maupun madrasah.

Gubernur Khofifah sekaligus meluncurkan program bedah rumah bagi guru dan tenaga kependidikan di 38 wilayah Jawa Timur, yang akan dipantau pada 2 Mei.

Program ini bertujuan memberikan perhatian khusus kepada pendidik, sekaligus meningkatkan kondisi kerja mereka.

Selain itu, pemerintah provinsi menyediakan bantuan langsung sebesar Rp100 juta untuk rehabilitasi SMK 1 Ampelgading Malang yang mengalami kerusakan struktural.

Maria Veronika, Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, memuji inisiatif Jawa Timur yang konsisten menghasilkan prestasi tinggi.

Ia menekankan pentingnya implementasi regulasi manajemen talenta murid serta standar penyelenggaraan ajang prestasi.

Data pendaftar OSN 2026 menunjukkan peningkatan 20 % di Jawa Timur dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total pendaftar nasional mencapai 9.046 ribu.

OPSI 2026 mencatat 19 ribu proposal tingkat nasional, sedangkan FLS3N dan lomba debat mengalami kenaikan pendaftar sebesar 36 %.

“Semangat kompetitif semakin kuat, dan kami yakin murid Jawa Timur siap menantang kompetisi internasional,” ujar Maria.

Seluruh pihak berharap bahwa Talenta Prestasi Murid Jatim 2026 menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk mengukir prestasi di panggung global.

Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan citra pendidikan Jawa Timur serta memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional.

Dengan dukungan pemerintah, sekolah, dan masyarakat, ribuan murid Jawa Timur kini berada pada posisi yang lebih baik untuk meraih penghargaan tertinggi di tingkat nasional dan internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.