Media Kampung – 05 April 2026 | MTs Maulana Ishaq Kabat menyelenggarakan Festival Literasi Season 2 yang menggabungkan teknologi digital dengan kompetisi bahasa tradisional.
Acara ini menampilkan siswa dari berbagai tingkat pendidikan dasar hingga madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Banyuwangi.
Dengan tema “Berani Bicara, Indah Berkata, Hebat Bercerita”, festival bertujuan mendorong kreativitas dan kepercayaan diri dalam berbahasa.
Para peserta menyajikan pidato, puisi, dan dongeng melalui rekaman video yang diunggah ke platform digital.
Kepala MTs Maulana Ishaq Kabat, Rustam Effendi, S.Pd.I., menekankan pentingnya memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri.
“Ini bukan sekadar lomba, melainkan proses belajar mempercayai suara mereka,” ujar Effendi dalam sambutan pembukaan.
Juri festival terdiri dari H. Syafaat, Joko Wiyono, dan Andi Budi Setiawan, yang menilai tidak hanya isi tetapi juga emosi yang tersampaikan.
Festival ini memanfaatkan platform TikTok untuk menilai jumlah suka dan penonton, namun tetap menekankan kualitas narasi.
Penggunaan algoritma media sosial dipandang sebagai sarana memperluas jangkauan karya siswa.
Penilaian akhir menghasilkan MI Darul Falah Gombolirang sebagai Juara Umum festival.
SDN 3 Macan Putih memperoleh penghargaan Juara Favorit berkat respon publik yang tinggi.
Keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari medali, melainkan dari peningkatan kemampuan berbahasa.
Setiap peserta diharapkan membawa pulang rasa percaya diri yang lebih kuat setelah berpartisipasi.
Festival ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi jembatan bagi literasi, bukan penghalang.
Guru-guru di MTs Maulana Ishaq Kabat berperan aktif dalam memfasilitasi proses pembuatan konten digital.
Mereka memberikan pelatihan dasar penggunaan kamera smartphone dan teknik editing sederhana.
Hal ini memungkinkan siswa menghasilkan karya yang lebih profesional tanpa memerlukan peralatan mahal.
Selain kompetisi, acara juga menyertakan workshop singkat tentang etika berkomunikasi di dunia maya.
Materi workshop menekankan pentingnya kejujuran, rasa hormat, dan tanggung jawab dalam berbahasa online.
Para juri mengamati bagaimana peserta mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam presentasi mereka.
Festival ini mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang menyediakan dana operasional.
Dinas menilai program ini selaras dengan kebijakan literasi digital nasional.
Para orang tua siswa melaporkan peningkatan minat anak-anak mereka dalam membaca dan menulis setelah acara.
Beberapa orang tua menyatakan anak mereka kini lebih aktif berdiskusi di rumah.
Hasil survei internal menunjukkan peningkatan skor kemampuan berbahasa peserta sebesar 20 persen.
Data tersebut menjadi indikator keberhasilan pendekatan berbasis teknologi dalam pendidikan.
Festival Literasi Digital ini direncanakan menjadi agenda tahunan di MTs Maulana Ishaq Kabat.
Penyelenggaraan berikutnya akan memperluas partisipasi ke sekolah-sekolah lain di wilayah Jawa Timur.
Dengan demikian, model festival ini dapat direplikasi sebagai upaya meningkatkan literasi di tingkat regional.
Pemerintah daerah menilai inisiatif semacam ini penting untuk mempersiapkan generasi yang kompeten di era digital.
Festival berakhir dengan harapan bahwa kata-kata akan terus terbang lebih tinggi melalui dukungan teknologi.
Acara menegaskan bahwa masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, melainkan juga kemampuan memberi makna pada setiap kata.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








Tinggalkan Balasan